Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 28 Apr 2021 22:13 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Serba-serbi Sungai Gangga, Sungai Suci namun Paling Kotor di Dunia

CNN Indonesia
detikTravel
Sungai Gangga
Sungai Gangga Foto: (iStock)
New Delhi -

Sungai Gangga adalah sungai penting dan suci bagi umat Hindu. Banyak fakta menarik tentang sungai yang menjadi sungai terkotor di dunia ini.

Sungai Gangga ialah sungai paling sakral dalam agama Hindu. Sungai ini disebut sebagai penjelmaan Dewi Gangga yang merupakan dewi pemberi kesuburan dan pembersih dosa dengan air yang dikucurkan dari gucinya.

Setiap hari banyak umat Hindu yang melakukan ritual di tepi sungai ini. Jika ada keluarga yang meninggal, mereka juga akan melakukan pendakian ke hulu sungai yang berada di kaki Pegunungan Himalaya untuk menabur abu kerabatnya.

Sungai Gangga baru ini mendapat sorotan setelah ritual Kumbh Mela disebut menjadi biang keladi naiknya angka penularan virus Corona di India.

Nah, ketahui nih fakta menarik Sungai Gangga, sungai sakral sekaligus yang paling tercemar di dunia mengutip CNNIndonesia.com:

Sungai GanggaSungai Gangga Foto: (iStock)

1. Dari Himalaya

Sungai Gangga mengalir 2.525 kilometer dari Pegunungan Himalaya ke Teluk Benggala di utara India dan Bangladesh. Hulu Sungai Gangga berasal dari Gletser Gangotri di Himalaya yang berada berada di ketinggian 3.892 meter.

Sungai Gangga mengalir melalui negara-negara India dan Bangladesh. Untuk sebagian besar alirannya, Sungai Gangga mengalir melalui wilayah India, meskipun delta besarnya di daerah Bengal, yang berbagi dengan Sungai Brahmaputra, sebagian besar terletak di Bangladesh.

2. Sungai terpanjang di India

Sungai Gangga adalah sungai terbesar ketiga di dunia berdasarkan debit dan sungai terpanjang ke-34 di dunia. Kedalaman rata-rata sungai adalah 16 meter, dan kedalaman maksimumnya 30 meter.

Sungai-sungai utama yang mengalir ke Sungai Gangga adalah Ramganga, Gomti, Ghaghara, Gandaki, Burhi Gandak, Koshi, Mahananda, Tamsa, Yamuna, Son, dan Punpun.

Mulut Sungai Gangga membentuk delta terbesar di dunia, yang dikenal sebagai Sunderbans, dan dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1997. Luasnya lebih dari 105 ribu kilometer persegi.

Cekungan Gangga dengan tanahnya yang subur sangat penting bagi ekonomi pertanian India dan Bangladesh. Sungai Gangga dan anak-anak sungainya menyediakan sumber irigasi sepanjang tahun untuk area yang luas.

Tanaman utama yang dibudidayakan di daerah tersebut antara lain padi, tebu, lentil, minyak biji-bijian, kentang, dan gandum.

3. Sungai sakral

Sejak zaman dahulu kala, Sungai Gangga dianggap sungai paling suci dalam agama Hindu. Sungai ini diibaratkan sebagai Dewi Gangga dan diyakini bahwa mandi di sungai membawa keberuntungan, menyebabkan pengampunan dosa seseorang dan memfasilitasi moksa (pembebasan dari siklus hidup dan mati).

Dewi Gangga sering digambarkan dalam budaya India memiliki empat tangan dan duduk di atas vahana (kendaraan) miliknya, Makara, hewan berkepala buaya dan ekor lumba-lumba.

Ada banyak tempat suci di sepanjang Sungai Gangga termasuk Gangotri, Haridwar, Allahabad, Varanasi dan Kali Ghat. Kumbh Mela adalah ritual agama Hindu berupa mandi massal di tepi Sungai Gangga yang dirayakan di empat tempat: Haridwar, Prayag, Ujjain dan Nashik.

Diperkirakan 120 juta orang mengunjungi Kumbh Mela di Allahabad pada 2013. Tahun ini di tengah pandemi virus Corona Kumbh Mela tetap digelar, yang disebut menjadi akibat merangkaknya angka penularan di India.

Hindu pilgrims spend the night huddled together after being forced by high tide to flee from their camps on the eve of Makar Sankranti festival on Sagar Island, an island in the Ganges delta, in the eastern Indian state of West Bengal, Tuesday, Jan. 14, 2020. Sagar and many other small islands which are part of the Sundarbans, the world's largest mangrove forest, have seen a dramatic rise in sea levels due to climate change. The highest point in the Sundarbans is around 3 meters (9.8 feet) and the mean elevation is less than a meter above sea level. (AP Photo/Altaf Qadri)Orang Hindu India di Sungai Gangga tahun 2020 lalu. (AP Photo/Altaf Qadri) Foto: AP/Altaf Qadri

4. Lumba-lumba dan hiu

Diperkirakan Sungai Gangga adalah rumah bagi 350 spesies ikan. Mengutip Learnodo-Newtonic, dalam studi besar 2007-2009, total 143 spesies ikan yang bermukim di sana, salah satunya kawanan ikan lele. Selain ikan, di Sungai Gangga terdapat beberapa jenis buaya.

Anggota fauna Sungai Gangga yang paling terkenal adalah Lumba-lumba Air Tawar Sungai Gangga (Platanista gangetica gangetica). Spesies ini merupakan satu dari lima spesies lumba-lumba air tawar di dunia. Lumba-lumba Sungai Gangga juga telah dinyatakan oleh pemerintah India sebagai Fauna Perairan Nasional.

Sungai Gangga juga menjadi habitat Hiu Air Tawar Sungai Gangga (Glyphis Gangeticus). Namun nasibnya juga sama dengan lumba-lumba yang terancam punah. Selain itu, sungai tersebut juga sering didatangi banyak spesies burung yang unik.

Sayangnya, banyak dari spesies ini, termasuk Lumba-lumba Sungai Gangga, menghadapi kepunahan karena beberapa faktor termasuk pencemaran sungai dan aktivitas manusia seperti membangun bendungan.

5. Pesiar

Sungai Gangga bisa diarungi dengan pesiar singkat dari Varanasi, yang juga menjadi salah satu kota tertua di dunia. Wisatawan biasanya melakukan kegiatan pesiar sejak senja untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dari delta Sungai Gangga. Pada malam hari bakal digelar pasar malam di tepi sungainya.

6. Trekking

Di Rishikesh, Sungai Gangga lebih dekat ke sumbernya yaitu gletser murni, bergolak dengan jeram, dan dibingkai oleh hutan dan puncak yang indah. Di kawasan ini juga ditemukan banyak kuil.

Selain trekking, jangan lupa menjajal arung jeramnya yang menantang.

Sungai GanggaSungai Gangga Foto: (iStock)

7. Sungai paling tercemar di dunia

Sungai Gangga ialah salah satu sungai paling tercemar di dunia. Pemerintah India mencatat pada tahun 1970-an bahwa 600 kilometer area Sungai Gangga ialah zona paling berpolusi.

Pencemaran Sungai Gangga disebabkan oleh beberapa alasan termasuk limbah manusia dan industri. Bahan kimia untuk pertanian mengalir langsung ke sungai, bersama dengan air kotor dari pemukiman.

Selain mempengaruhi manusia, pencemaran Sungai Gangga juga mempengaruhi kehidupan air di sungai. Misalnya, ada perkembangan tumor di dalam zooplankton, yang berfungsi sebagai sumber makanan bagi ikan-ikan kecil.

Ikan kecil yang tak lagi sehat lalu dimakan ikan besar, sehingga rantai makanan terganggu. Sejak Narendra Modi menjadi Perdana Menteri India, dia memulai proyek revitalisasi Sungai Gangga dengan dana sekitar US$460 juta (sekitar Rp9,3 triliun).



Simak Video "Tumpukan Mayat di Sungai Gangga India Picu Kepanikan Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA