Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 13 Nov 2021 08:15 WIB

TRAVEL NEWS

Penguin Langka Tersesat, Berenang hingga 3.000 Km

Adélie Penguin, Pygoscelis adeliae, is a type of penguin common along the entire Antarctic coast and nearby islands.  Devil Island; Weddell Sea; Antarctica.
Penguin Adélie (Foto: Getty Images/iStockphoto/Gerald Corsi)
Christchurch -

Penguin Antartika yang langka secara tidak sengaja melakukan perjalanan sejauh 3.000 km. Ia berenang sampai ke Selandia Baru.

Diberitakan BBC, Sabtu (13/11/2021), hewan itu adalah penguin Adélie dan kini diberi nama Pingu oleh penduduk setempat. Ia ditemukan tampak tersesat di pantai.

Pada awalnya, Harry Singh, penduduk setempat yang menemukannya, mengatakan dia mengira dia adalah mainan lunak yang biasanya terbuat dari karet.

Ini adalah insiden ketiga yang tercatat adanya penguin Adélie ditemukan di pantai Selandia Baru.

Singh dan istrinya pertama kali menemukan penguin itu ketika mereka sedang berjalan-jalan setelah seharian bekerja di pantai di Birdlings Flat, sebuah pemukiman di selatan Kota Christchurch.

"Pertama saya pikir itu adalah mainan lunak, tiba-tiba penguin itu menggerakkan kepalanya, jadi saya menyadari itu nyata," kata Singh.

Rekaman penguin yang diposting di halaman Facebook Mr Singh menunjukkan penguin itu tampak tersesat dan sendirian.

"(Penguin Adélie) itu tidak bergerak selama satu jam ... dan (terlihat) kelelahan" kata Singh.

Singh memutuskan untuk memanggil penyelamat penguin karena dia khawatir dia tidak akan masuk ke air lagi. Sehingga penguin Adélie akan jadi target potensial bagi pemangsa lain yang berkeliaran di pantai.

Dia akhirnya berhasil menghubungi Thomas Stracke, yang telah merehabilitasi penguin di Pulau Selatan Selandia Baru selama sekitar 10 tahun.

Stracke terkejut menemukan bahwa penguin itu adalah penguin Adélie, spesies yang hidup secara eksklusif di semenanjung Antartika. Ia bersama dengan seorang dokter hewan, menyelamatkan penguin pada malam yang sama.

Berat badan penguin Adélie turun dan dehidrasi

Tes darah yang dilakukan pada Pingu menunjukkan bahwa ia sedikit kurus dan mengalami dehidrasi. Lalu, ia diberikan cairan dan diberi makan melalui selang makanan.

Burung itu akhirnya akan dilepaskan ke pantai yang aman di Banks Peninsula, yang bebas dari anjing laut.

Kejadian ini adalah penemuan yang ketiga dalam sejarah bahwa penguin Adélie telah ditemukan di pantai Selandia Baru. Dua insiden lainnya terjadi pada tahun 1993 dan 1962.

Penguin Adélie masih sangat jarang ditemui di Selandia Baru. Jika lebih banyak muncul di masa depan, itu bisa menjadi tanda yang mengkhawatirkan, kata para ahli.



Simak Video "Melihat Parade Penguin Menggemaskan di Dalam Mal "
[Gambas:Video 20detik]
(msl/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA