Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 14 Nov 2021 15:35 WIB

TRAVEL NEWS

China Geram dengan Pameran Xi Jinping Bersama Winnie The Pooh

CNBC Indonesia
detikTravel
China: Xi Jinping rilis resolusi bersejarah, sejajar dengan Mao Zedong, dan Deng Xiaoping
Presiden Xi Jinping (Foto: BBC World)
Jakarta -

Sebuah pameran seni yang digelar di sebuah museum di Brescia, Italia utara bikin China geram. Terlihat gambar Presiden Xi Jinping berdampingan dengan karakter fiksi Winnie the Pooh.

Diberitakan CNBC Indonesia, gambar ini sendiri telah disensor secara luas di media sosial China. Seniman kelahiran Shanghai, Badiucao, menggelar pameran seni provokatif terhadap pemerintahan Presiden China Xi Jinping. Hal ini sontak membuat marah para pejabat China.

Namun bagi seniman pembangkang, yang telah tinggal di pengasingan di Australia sejak 2009, pertengkaran dan kemarahan dari pihak China tidak terlalu mengejutkan baginya.

"Hampir tidak mungkin (untuk) menghindari menyinggung pemerintah China akhir-akhir ini," katanya, Minggu (14/11/2021).

"Apa pun bisa menjadi sensitif, apa pun bisa menjadi masalah," imbuh dia.

Winnie The Pooh dianggap mirip dengan Xi JinpingWinnie The Pooh dianggap mirip dengan Xi Jinping (Foto: Badiucao/CNN)

Sebagaimana diketahui, Winnie The Pooh dianggap mirip dengan Xi Jinping. Karakter yang diciptakan oleh penulis Inggris Alan Alexander Milne dan illustrator Ernest Howard Shepard digambarkan sebagai teddy bear (beruang madu) yang cerdik namun lamban dan mudah terdistraksi ketika melihat madu, makanan kesukaannya.

Ada juga gambar penghormatan kepada pelapor Wuhan, Li Wenliang dan penggambaran polisi anti huru hara yang mengejar seorang pengunjuk rasa; poster tiruan untuk Olimpiade Musim Dingin yang akan datang menunjukkan seorang pemain snowboard meluncur melintasi kamera CCTV; serta seorang biathlete mengarahkan senapan ke arah seorang tahanan Uighur yang matanya ditutup.

Karya-karya baru Badiucao yang provokatif akan diumumkan ke publik pada Sabtu (13/11/2021), meskipun ada protes dari diplomat China.

Dalam sebuah surat kepada walikota Brescia, kedutaan negara itu di Roma mengatakan karya seni itu "penuh dengan kebohongan anti-Cina," dan itu "memutarbalikkan fakta, menyebarkan informasi palsu, menyesatkan pemahaman orang-orang Italia dan secara serius melukai perasaan orang-orang Italia. orang-orang China," sebagaimana dikutip surat kabar lokal Giornale di Brescia.

Sejak kedutaan mengajukan keluhannya bulan lalu, pejabat museum dan politisi lokal telah membingkai pertunjukan tersebut dengan judul "La Cina (non) Vicina," atau "China (tidak) dekat". Ini dilakukan sebagai simbol kebebasan berbicara.

Badiucao sendiri dianggap 'duri' dari pihak Partai Komunis China selama lebih dari satu dekade.

Dia telah membangun reputasi untuk mengolok-olok politisi dan mendorong topik sensitif, dari pembantaian Lapangan Tiananmen 1989 hingga perlakuan terhadap pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Liu Xiaobo.

Badiucao yang dulunya anonim menjadi terkenal pada tahun 2011, ketika ia mulai memposting kartun tentang penanganan China terhadap kecelakaan kereta api berkecepatan tinggi Wenzhou ke situs microblogging Weibo.

Gambar-gambar itu berulang kali disensor, dan meskipun dia sekarang adalah warga negara Australia, pihak berwenang China itu telah menghentikan pekerjaannya sejak saat itu.

Badiucao mengatakan dia secara teratur dilecehkan dan terkadang diancam secara online. "Ini seperti medan pertempuran dan begitulah cara Anda dapat menggunakan bahasa visual dan meme internet dan begitulah cara Anda dapat membubarkan otoritas sensor," tukasnya.



Simak Video "Momen Kemesraan Jokowi Bertemu Presiden Xi Jinping"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA