Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 15 Nov 2021 17:09 WIB

TRAVEL NEWS

Inggris Lagi Sakit, Turis Mana yang Mau ke Sana?

Boris Johnson mengunjungi RS tanpa masker
Boris Johnson mengunjungi RS tanpa masker (Foto: CNN)
London -

Inggris kini diibaratkan sebagai orang sakit di pariwisata Eropa. Serentetan kejadian menyelimutinya, selain kasus Corona yang tak kunjung mereda.

Diberitakan CNN, Senin (15/11/2021) Inggris adalah negara yang baru saja mengalami kekurangan bahan bakar nasional hingga kekurangan makanan karena terisolasi.

Lalu, pemerintahnya memilih musim gugur ini untuk membuang limbah yang tidak diolah ke garis pantai yang terkenal. Oh ya, selain itu, Inggris memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi kedua di dunia. Jadi siapa yang ingin berlibur ke Inggris saat ini?

Tidak banyak, angka menunjukkan.

Untuk tahun 2021, badan wisata nasional Visit Britain memperkirakan bahwa jumlah pengunjung akan lebih rendah daripada tahun 2020, ketika pembatasan perjalanan mencapai titik tertinggi.

Jumlah turis asing ke Inggris anjlok dari 40,9 juta pada 2019 menjadi 11,1 juta pada 2020. Penurunannya mencapai 73%.

Tahun 2021 tampaknya menjadi lebih buruk untuk sektor pariwisata Inggris. Diperkirakan hanya 7,4 juta pengunjung yang akan berkunjung sebelum tahun ini berakhir, turun 82% dibanding tahun 2019. Inggris sebenarnya sudah semakin melonggarkan aturannya untuk traveler. Mulai 22 November, Inggris menyetujui turis yang sudah divaksin menggunakan Sinovac, Sinopharm, dan Covaxin.

Meskipun semua negara telah hancur oleh pandemi, angka-angka turis asing Inggris tidak bangkit kembali seperti di negara-negara terdekat. Jumlah pengunjung mereka membengkak karena mereka melonggarkan pembatasan.

Tetangga Prancis, misalnya mengalami pertumbuhan wisatawan 34,9% pada tahun 2021 dari tahun 2020 dan menghasilkan pendapatan tambahan USD 43 miliar untuk perekonomian.

Sementara penerbangan ke destinasi musim panas Spanyol dan Turki telah pulih hingga 64% dan 74% dari angka 2019 mereka. Bahkan untuk penerbangan musim dingin ini pun sudah meningkat.

Yunani hampir kembali ke tingkat pra-pandemi selama musim panas, dengan 86% kedatangan pada Juli dan Agustus 2019, menurut analis data penerbangan Forward Keys. Inggris, pada gilirannya, hanya menerima 14,3% dari level 2019, menurut datanya.



Simak Video "Jogja yang Masih Sepi dari Turis Asing"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA