Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Nov 2021 18:57 WIB

TRAVEL NEWS

China Masih Tutup, Hong Kong Sita 1,8 Ton Lobster & Teripang Selundupan

Hong Kong Gagalkan Penyelundupan Lobster ke China
Foto: Hong Kong gagalkan penyelundupan 1,8 ton lobster (AP)
Hong Kong -

Sebanyak 1,8 ton lobster hidup dan teripang disita oleh otoritas Hong Kong. Lobster dan teripang itu hendak dimasukkan ke China yang masih tutup pintu.

Petugas Bea Cukai Hong Kong menyita 890 kilogram lobster hidup dan 930 kilogram teripang dengan nilai total sekitar Rp 18 Miliar dalam sebuah operasi penggerebekan yang berlangsung Senin (15/11) lalu.

Dilansir detikTravel dari AP, Sabtu (20/11/2021), lobster dan teripang selundupan itu berasal dari Australia. Rencananya ratusan kilo lobster dan teripang itu akan diselundupkan masuk ke China daratan via Hong Kong.

Namun sebelum sempat kejadian, pihak Bea Cukai Hong Kong sudah lebih sigap dan berhasil menggagalkan usaha penyelundupan tersebut. 2 Orang tersangka berhasil diamankan dari penggerebekan tersebut.

China sendiri masih penutup pintu bagi produk impor, terutama dari Australia. Penutupan pintu itu merupakan buntut dari memanasnya hubungan antar kedua negara.

Sudah beberapa bulan ini, China menutup pintu untuk produk-produk yang berasal dari Australia. Hubungan keduanya memanas karena pemerintah Australia mendorong dunia internasional untuk melakukan investigasi asal usul virus Corona.

Keran impor China yang disetop membuat para importir kalang kabut dan berusaha menyelundupkan barang dari Australia masuk ke China. Ini bukan kali pertama kasus penyelundupan lobster menuju ke China terjadi di Hong Kong.

Bulan lalu, Bea Cukai Hong Kong menggagalkan usaha penyelundupan lobster batu Australia menuju ke daratan China. Louise Ho, komisioner baru Bea Cukai Hong Kong telah bersumpah akan terus melacak dan menggagalkan usaha penyelundupan lobster ke China via Hong Kong.

Lobster sendiri merupakan bahan baku kuliner yang sangat dicari di masakan China. Lebih dari 90% lobster Australia diekspor ke China.



Simak Video "Studi: Rabun Jauh Pada Anak Meningkat Selama Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA