Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Nov 2021 15:22 WIB

TRAVEL NEWS

Survei: Orang Jepang Akan Tetap Pakai Masker Walau Pandemi Berakhir

Syanti Mustika
detikTravel
Ilustrasi Shibuya Crossing di Tokyo, Jepang
Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Memakai masker saat pandemi Covid-19 menjadi bagian tidak terpisahkan saat keluar rumah. Namun, saat pandemi berakhir bagaimana dengan aturan wajib masker? Apakah kamu akan tetap memakai masker atau melepas seperti dahulu sebelum wabah?

Dilansir di SoraNews, Kamis (25/11/2021) sebuah survei majalah Jepang bernama VOCE menyimpulkan bahwa lebih dari 90 persen pembacanya menganggap masker adalah aset, bukan beban keseharian.

Sebenarnya, tradisi memakai masker sudah ada sejak lama di Jepang. Namun, mungkin kamu hanya melihat orang yang memakai masker adalah orang-orang yang lagi pilek atau demam.

Namun semenjak adanya pandemi, masker menjadi barang primer alias wajib. Tak hanya melindungi diri dari pandemi, sekarang masker pun juga menjadi tren alias mempengaruhi gaya seseorang dalam keseharian.

Portrait of asian office employee businesswoman wear protective face mask work in new normal office with interracial colleague in background as social distance practice prevent coronavirus COVID-19.. Pekerja memakai masker di kantor ( Foto: Getty Images/iStockphoto/vichie81)

Ada lagi survei yang mempertanyakan hal yang sama, apakah orang-orang akan tetap memakai masker saat pandemi usai? Survei itu dilakukan oleh perusahaan pemasaran Planet. Mereka menanyakan 4.000 orang untuk menarik kesimpulan.

Adapun hasilnya, 24,5 persen memberikan jawaban tegas untuk terus memakai masker. Sebanyak 47,8 persen mengatakan mereka mungkin akan melanjutkan kebiasaan ini, tetapi tidak secara ketat. Lebih tepatnya tergantung situasi, seperti di tempat-tempat ramai, atau sepanjang tahun, seperti musim dingin dan flu.

Sebanyak 11,8 persen menjawab mereka tidak benar-benar ingin memakai masker, tetapi akan melakukannya jika orang lain melakukannya untuk menghindari masalah. Sisanya 15,9 persen yang mengatakan bahwa mereka akan berhenti menggunakan masker wajah setelah COVID-19.

Ada banyak alasan kenapa masih banyak yang akan memakai masker walau pandemi berakhir. Pertama, masker bisa menyembunyikan 'permasalahan wajah' seperti noda hingga struktur tulang yang tidak berbentuk sesuai keinginan.

Selain itu, dapat menghemat banyak waktu bagi orang-orang malas berdandan, mereka cukup memakai bedak tipis lalu menutupi dengan masker.

Masker juga menyembunyikan ekspresi wajah, yang berarti orang tidak perlu sering memalsukannya dalam situasi sosial tertentu. Juga mengurangi kecemasan yang mungkin dimiliki beberapa orang terhadap orang lain yang membaca wajah mereka untuk mendeteksi kebohongan atau emosi sejati yang tersembunyi.

Bagaimana pendapat traveler? Akan melanjutkan pakai masker atau enggak?



Simak Video "Gempa M 6,1 Guncang Tokyo, Listrik Stasiun Padam-Lampu Jalan Goyang"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA