Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 02 Des 2021 11:40 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Warga di Samosir Bangun Desa Wisata Terbaik Meski Tak Ada Air Mengalir

Desa Huta Tinggi
Foto: (Pegiat Desa Wisata Huta Tinggi, Teti Naibaho)
Samosir -

Desa Huta Tinggi, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menjadi salah satu dari 50 desa wisata terbaik di Indonesia versi Kemenparekraf. Namun ternyata, tidak ada air mengalir di desa ini.

Hal itu diceritakan warga yang juga pegiat desa wisata Huta Tinggi, Teti Naibaho, kepada wartawan, Rabu (1/12/2021). Teti mengatakan hal itu menjadi salah satu kendala dalam pembangunan desa wisata ini.

"Salah satu kendalanya adalah ketiadaan air," ucap Teti.

Teti mengatakan, kondisi lingkungan desa yang menyebabkan air tidak mengalir. Sudah pernah dilakukan pengeboran tanah untuk mendapatkan air, namun tidak juga ditemukan.

"Jadi disini (Desa Huta Tinggi) memenuhi kebutuhan air dengan menampung hujan. Jadi kalau tidak ada hujan semakin susah mendapatkan air," ujarnya.

Untuk itu, dia berharap agar pemerintah memberikan solusi untuk memenuhi ketersediaan air di desa ini. Dia juga berharap agar pemerintah memperbaiki akses jalan dan memberikan pendamping desa wisata bagi warga yang ada di Huta Tinggi.

"Nomor satu tadi air, nomor dua itu infrastruktur untuk kelancaran menuju ke sini yang ketiga itu pendamping desa wisata," tuturnya.

Meski ketersediaan air menjadi masalah, Teti mengatakan warga di Huta Tinggi mampu menjadikan desanya masuk dalam desa wisata terbaik di Indonesia. Teti mengatakan desa wisata ini menampilkan tata cara kehidupan masyarakat batak kepada wisatawan.

"Disini menunjukkan kehidupan masyarakat seperti memeras susu kerbau, memanen kopi langsung dari kebun. Jadi wisatawan bisa langsung merasakan kehidupan orang Batak disini," ucap Teti.

Selain memeras susu dan mememanen kopi, kata Teti, pengunjung juga diajarkan memasak hidangan khas dari desa mereka. Pengunjung juga bisa menikmati rasanya tinggal di homestay dengan nuansa Batak yang berada di desa mereka.

"Jadi wisatawan bisa menginap di homestay sambil kami ceritakan kebudayaan yang ada disini," tutur Teti.

Teti menjelaskan warga desa juga terus berbenah untuk menyambut kedatangan wisatawan lokal maupun mancanegara ke desa itu. Salah satunya dengan berlatih menggunakan bahasa Inggris.

"Disini juga ada pelatihan bahasa Inggris bagi warga," jelasnya.

Untuk diketahui, Desa Huta Tinggi masuk dalam 50 desa wisata terbaik di Indonesia berdasarkan lomba Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang digelar Kemenparekraf. Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno juga sudah mengunjungi desa ini.



Simak Video "Detik-detik Polisi Gerebek Sabu 80 Kg dari Sindikat Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA