Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 04 Des 2021 19:43 WIB

TRAVEL NEWS

Dulu Nglanggeran Kering dan Tandus, Kini di Daftar Desa Wisata Terbaik Dunia

Jadi Desa Mandiri Inspiratif, Sandiaga Minta Nglanggeran Segera Uji Coba Buka
Desa Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta. (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Desa Nglanggeran di Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta masuk jajaran Best Tourism Village 2021 dari UNWTO. Dulunya lahan yang gersang dan tandus.

Pengelola Desa Wisata Nglanggeran Sugeng Handoko menjelaskan bahwa semua itu diawali keresahan warga karena gunung batu yang gundul dan gersang. Warga secara kompak menanam pohon-pohon di antara bongkahan-bongkahan batu pencakar langit itu pada tahun 1999.

Dengan berbagai kegiatan aktif dilakukan oleh kelompok pemuda dan masyarakat, selanjutnya pemerintah Desa Nglanggeran mempercayakan pengelolaan lahan seluas 48 hektare untuk dikelola pemuda Karang Taruna Bukit Putra Mandiri. Itu tertuang dalam SK Kepala Desa Nglanggeran No.05/KPTS/1999 tertanggal Desa 12 Mei 1999.

Delapan tahun berselang, barulah muncul ide untuk mengembangkan kawasan Gunung Api Purba menjadi kawasan ekowisata oleh Kelompok Pemuda Karang Taruna Desa Nglanggeran. Itu seiring dengan semakin hijaunya kawasan tersebut.

Beragam aktivitas di Desa Nglaggeran dilirik oleh Dinas Budaya dan Pariwisata Gunungkidul. Dalma prosesnya desa itu mendapatkan dukungan dari Dinas Budpar Gunungkidul melalui promosi (FAM Tour) di tahun 2007.

Menengok Cantiknya Krisan dan Menikmati Coklat Banyu Langit di YogyakartaMenengok Cantiknya Krisan dan Menikmati Coklat Banyu Langit di Yogyakarta (Maria Karsia for detikTravel)

"Kegiatan konservasi tahun 1999 oleh senior kami di karang taruna. Kemudian, mulai pengembangan desa wisata tahun 2007, atau setelah erupsi Merapi tahun 2006," katanya kepada detikcom, Jumat (3/12/2021).

Seiring dengan peningkatan kapasitas SDM pemuda Nglanggeran yang melakukan studi dan juga mengenal teknologi, promosi menggunakan media teknologi informasi sangat mendukung dalam pengenalan Gunung Api Purba menjadi kawasan wisata.

Lebih lanjut, sebelum tahun 2007 terjadi kevakuman pengelolaan setelah terjadi gempa 26 Mei 2006 hingga di tahun 2007. Setelah itu, karang taruna mulai lagi muncul kepermukaan untuk melakukan pengelolaan kawasan wisata dengan pendampingan dari Dinas Budpar Gunungkidul sejak tahun 2007.

"Lalu dibuatlah sebuah lembaga BPDW (Badan Pengelola Desa Wisata) yang melibatkan dari seluruh komponen masyarakat dari Ibu PKK, kelompok tani, pemerintah desa, dan juga pemuda karang taruna," kata dia.

Setelah terbentuk BPDW disepakati dan ditetapkan pengelola teknis lapangan kawasan ekowisata Gunung Api Purba adalah pemuda-pemudi karang taruna. Dengan mendapatkan beberapa pelatihan dari Dinas Budpar Gunungkidul dan Dinas Pariwisata DIY serta adanya beberapa SDM dari pengurus yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, perkembangan wisata di Desa Nglanggeran makin sip.

Desa NglanggeranDesa Nglanggeran Foto: (Pradito Rida Pertana/detikcom)

Untuk mewujudkan semua itu, Sugeng bilang banyak tantangan. Misalnya, dalam mengedukasi masyarakat agar mau bersama-sama atau setidaknya mendukung Desa Nglanggeran menjadi desa wisata.

"Kalau pertama tantangan awal dulu membangun mimpi bersama, merubah mindset dan termasuk melakukan edukasi bahwa kita itu punya potensi dan menyadarkannya, itu tidak mudah," katanya.

Halaman selanjutnya >>> Tantangan Desa Nglanggeran Menjadi Ekowisata: Dulu Kering dan Tandus, Namanya Susah Diucapkan

Saksikan juga: 'Perjuangan Niko, Pria Asal Jakarta Menjadi Insinyur Tesla'

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA