Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 06 Des 2021 09:18 WIB

TRAVEL NEWS

Liburannya Anak Sekolah Mundur, Orang Tua Banyak yang Kecele

PPKM Nasional Desember 2021 akan berlaku selama liburan akhir tahun.
Ilustrasi penerapan PPKM Level 3 di akhir tahun Foto: Infografis detikcom/Fuad Hasim
Jakarta/Tangerang Selatan -

Keluarnya surat edaran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang meniadakan hari libur khusus selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) pastinya membuat sejumlah orang tua kecele. Bagaimana tidak, pengumuman yang dibuat dadakan itu membuat rencana yang disusun berbulan-bulan berantakan.

Surat Edaran Nomor 29 Tahun 2021 telah dikeluarkan oleh Kemendikbudristek. SE tersebut mengatur tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Menjelang Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Rina (36), seorang ibu dari Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku heran mengapa edaran ini baru saja diumumkan. Dan apa bedanya jika sekolah tetap PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas) sedangkan PPKM level 3 dijalankan. Kenapa tidak sekalian PPKM Level 4. Kalau level 3 ya sama saja.

"Mau mengurangi mobilitas tapi kok anak-anak malah disuruh datang ke sekolah untuk tatap muka, heran!" katanya.

Ia sebenarnya tak masalah jika niatnya demi keamanan warga mencegah terjadinya gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia setelah kemunculan varian baru Omicron. Namun keputusan yang dadakan ini yang sangat disayangkan. Apalagi kalau sudah menjanjikan anak-anak kecil itu agak susah menjelaskan kalau sampai batal.

Walau COVID-19 belum musnah dari muka bumi, sejumlah keluarga tentu sudah merencanakan bepergian untuk berlibur. Ya, liburan seperti disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno memang tidak dilarang asal menjalankan prokes dengan ketat. Tapi, nyatanya hari libur diundur dengan alasan mengendalikan penyebaran COVID-19.

Dikhawatirkan semua orang libur serentak karena libur yang berbarengan. Namun pengumuman yang terkesan dadakan ini mengecewakan banyak pihak meski niatnya baik.

Beberapa orang tua ada yang memilih mengambil cuti untuk mengajak putra-putrinya melepaskan penat usai rampung dari penilaian akhir semester. Namun, rencana tersebut terancam batal. Biaya tiket atau pesan hotel pun terancam hangus. Ehm....

Indah (30), seorang ibu muda dari Yogyakarta masih galau karena dari sekolah anaknya belum ada edaran mundur. Padahal ia dan kedua anaknya sudah jauh hari merencanakan ke Jakarta untuk melepas kangen dengan suaminya yang bekerja di Jakarta.

"Padahal rencana mau tiga minggu di Jakarta ke tempat suami. Kalau masuk PTMT bagaimana ini. Kalau online juga repot bawa-bawa buku dan seragam," kata Indah yang salah satu putrinya duduk di kelas 2 SD.

Selanjutnya Liburan bukan berarti jalan-jalan ke luar kota

Sama halnya dengan Luna (40), ia mengaku butuh liburan setelah berbulan-bulan mengajar putra-putrinya sekolah online. Liburan baginya tidak harus keluar kota atau jalan-jalan. Meski di rumah saja minimal ia bisa lebih santai bangun agak siangan.

Luna menjelaskan tidak semua orang mengartikan liburan itu harus jalan-jalan. Tapi waktu libur sekolah itu maknanya luar biasa bagi seorang ibu yang sehari-hari mendampingi sekolah anak sambil beberes rumah.

"Anak-anak kasihan juga, mereka butuh liburan setelah ujian dan belajar berbulan-bulan meski liburannya di rumah saja. Ini malah lanjut belajar semester genap. Kasihan mereka. Apa tidak ada cara yang lebih bijak dari pemerintah? Tolong kalau membuat kebijakan atau edaran lebih peka lagi. Jangan dadakan terus," katanya dengan kesal.



Simak Video "Brebes Sambut Pemudik Nataru, Rumah Ditempel Stiker-Diswab Antigen"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA