Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 08 Des 2021 16:47 WIB

TRAVEL NEWS

Duh, Wisata Taman Lampion di Kudus Kondisinya Mengenaskan

Dian Utoro Aji
detikTravel
Duh, Wisata Taman Lampion di Kudus Kondisinya Mengenaskan
Foto: Wisata Taman Lampion Kudus (Dian Utoro Aji/detikcom)

Diwawancarai terpisah, Kasubag TU UPTD Pengelola Taman Krida, Yulia Arifatul Chorida mengatakan Taman Lampion yang berada di area Taman Krida dibangun pada tahun 2016. Sedangkan mulai beroperasi mulai tahun 2017.

"Taman Lampion ini dibangun tahun 2016, kemudian beroperasi tahun 2017," kata Yulia kepada wartawan ditemui di lokasi siang tadi.

Duh, Wisata Taman Lampion di Kudus Kondisinya MengenaskanDuh, Wisata Taman Lampion di Kudus Kondisinya Mengenaskan Foto: (Dian Utoro Aji/detikcom)

Dia mengatakan, berjalan setahun, Taman Lampion mulai berangsur surut. Bahkan mulai terjadi kerusakan pada Taman Lampion tersebut.

"Namun di tahun 2018 itu sudah mulai ada kerusakan karena korsleting listrik, karena di sini posisi ada di outdoor. Karena banyak pohon, pohon pada tumbang dan itu merusak lampion yang ada di Taman Krida, sehingga lampu hias ini tidak bisa dioperasikan kembali," ungkapnya.

Yulia menjelaskan, wisata tersebut sempat menjadi primadona warga Kudus dan sekitarnya. Namun kini tidak ada anggaran untuk melakukan perawatan bahkan perbaikan taman tersebut. Dia pun berharap agar ke depan nanti pemerintah daerah menganggarkan untuk perbaikan taman tersebut.

"Dulu itu ramai banget pada tahun 2017, kemudian tahun 2018 mulai sepi, tidak ada. Kemudian tahun 2019 tidak buka sama sekali. Kemudian 2020 ada anggaran pemeliharaan jaringan listrik Rp 8,5 juta itu saya gunakan memperbaiki lampion ini. Kemudian cuma bisa memperbaiki yang ini sama beberapa lampion bisa nyala," jelas Yulia.

"Karena ternyata setelah kita perbaiki, ternyata listriknya pararel, jadi begitu ada korsleting satu maka mati semua. Terus diperbaiki satu-satu bisa nyalakan lampu di tengah dengan Rp 8,5 juta itu karena tidak ada anggaran memperbaiki ini," sambung dia.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA