Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 11 Des 2021 19:51 WIB

TRAVEL NEWS

Ia (67) Pernah Berenang Dikelilingi Piranha-Bajak Laut

Martin Strel, perenang perairan terbuka
Martin Strel perenang perairan terbuka (Foto: CNN)
Jakarta -

Pria berusia 67 tahun ini adalah perenang andal yang pernah berenang di sungai paling berbahaya di dunia, yakni rumah piranha. Tak hanya itu, ia pernah berenang di dikelilingi para bajak laut.

Diberitakan CNN, perenang maraton dan pemegang Rekor Dunia Guinness, Martin Strel, pernah berenang di sekitar bajak laut, piranha, dan parasit. Ia melakukannya dalam lebih dari dua dekade di perairan paling mengancam bagi umat manusia.

Pria Slovenia itu mengenang momen di tahun 2004 ketika dia melintasi Sungai Yangtze di China. Penduduk setempat mengatakan kepadanya untuk segera pulang atau akan mati, namun ia berhasil menyelesaikan pencapaian renangnya dan mengamankan rekor dunia keempat, berenang 4.002 km dalam 51 hari.

Meskipun jauh lebih mudah daripada berenang di Yangtze, tantangan Strel berikutnya adalah berenang di Kanal Air Dubai. Dia akan menempuh jarak 50 km untuk menandai peringatan 50 tahun berdirinya Uni Emirat Arab. Acaranya berlangsung selama 24 jam akan dimulai pada hari Jumat 10 Desember di Burj Al Arab dan berakhir di Museum Etihad.

Strel telah memecahkan rekor selama lebih dari 20 tahun. Saat berusia 46 tahun, dia berenang sejauh 3.035 km di Sungai Danube dalam 58 hari. Pada tahun 2002 dia menyelesaikan 3.798 km di sepanjang Mississippi.

Martin Strel, perenang perairan terbukaMartin Strel di Sungai Amazon, Peru (Foto: CNN)

Lima tahun kemudian dia berenang di Amazon, menempuh jarak 5.268 km, jarak yang sama dari New York ke ujung selatan Inggris. Itu membuatnya mendapatkan Guinness World Record untuk renang air terbuka terpanjang, sebuah penghargaan yang masih dipegangnya hingga hari ini.

Selama berenang berbahaya ini, Strel bertemu piranha, hiu banteng, parasit dan pernah menderita demam berdarah juga sengatan matahari yang parah.

Dalam beberapa minggu terakhir dia berada di bawah ancaman bajak laut dan harus dijaga kru keamanan setiap saat. Namun, momen paling menakutkannya adalah ketika putranya yang berusia 26 tahun dan ikut berenang bersamanya lalu lumpuh sementara setelah disengat ikan pari.

Strel mungkin tidak tampak seperti atlet biasa. Beratnya mencapai 110 kg dan minum hampir sebotol anggur setiap hari.

"Saya tidak seperti Michael Phelps atau Ryan Lochte, tapi saya bisa berenang. Anda harus memulai dan kemudian Anda harus menyelesaikannya. Yang penting adalah hasilnya," katanya.

Martin Strel, perenang perairan terbukaMartin Strel di Sungai Danube (Foto: CNN)

Dia berada dalam rezim pelatihan yang ketat. Tinggal di pedesaan Slovenia, dia menghabiskan sisa waktunya di AS dan berenang setiap hari. Ia juga melakukan ski lintas alam dan kemudian hiking dan latihan senam.

Strel juga telah melatih otaknya untuk melewati kegiatan renang yang berat yang terkadang membuatnya harus berenang selama 12 jam berturut-turut.

Dia berbicara pada dirinya sendiri saat dia berenang, hampir sebagai bentuk self-hypnosis, dan ketika dia berada di air dingin dan berpikir tentang berada di bak mandi air panas.

Strel mengembangkan hasratnya untuk berenang selama masa kecil di kota kecil Mokronog, Slovenia. Ia tumbuh dewasa dengan tidak ada TV, radio atau koran. "Rumahnya adalah hutan, sungai, dan danau," katanya.

Strel adalah seorang prajurit di tentara Yugoslavia sebelum menjadi penjudi profesional. Pada usia 30 tahun dia mengajar gitar flamenco dan baru di kemudian hari dia memilih renang jarak jauh.

Ketika Slovenia merdeka dari Yugoslavia pada tahun 1991, Strel merayakannya dengan berenang di sepanjang sungai Krka sejauh 104 km sekaligus.

Lalu, apa alasan dia melakukannya? Strel telah berenang di lebih dari 150 negara di seluruh dunia dan telah melihat secara langsung tantangan lingkungannya.

"Saya memahami lautan, sungai, dan danau kita dan ada polusi di mana-mana," katanya.

Saat berenang di Danube, dia melewati perairan yang terkontaminasi sianida dan dengan ngeri dia menemukan bahwa semua yang ada di bawah air benar-benar mati. Strel berharap dia dapat meningkatkan kesadaran dan mempromosikan air bersih secara global.

Proyek besar berikutnya adalah World Swim. Mulai tahun depan, acara itu akan berlangsung selama 500 hari, dan ia akan mengunjungi 130 negara dengan jarak sekitar 10.999 km.

Proyek ini bertujuan untuk menginspirasi individu, organisasi, dan bisnis untuk bertindak dalam menghadapi darurat iklim. Strel juga berharap prestasi ini akan memberinya Guinness World Record keenam.

Di luar itu, Strel ingin terus memecahkan rekor dan menargetkan menjadi orang tertua yang menang di Kejuaraan Dunia Renang Perairan Terbuka dan Kejuaraan Eropa.



Simak Video "Perenang Muda Indonesia Pecahkan Rekor 14 Tahun di Australia"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA