Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 16 Des 2021 14:24 WIB

TRAVEL NEWS

Omicron Masuk RI, Jangan Liburan ke Luar Negeri!

Karantina Dari Luar Negeri Berubah Efek Omicron, Ini Info Terbarunya
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta -

Varian Omicron disebut Kementerian Kesehatan sudah masuk ke Indonesia. Menkes Budi Gunadi Sadikin pun meminta masyarakat tidak berlibur ke luar negeri saat liburan Natal dan Tahun Baru.

"Sekali lagi tolong liburan ini spend waktunya di dalam negeri tidak perlu ke luar negeri. Indonesia negara yang jauh lebih aman dibanding negara lain di luar. Kita jaga keluarga kita, kita jaga tetangga kita dan kita jaga seluruh rakyat Indonesia dengan mengurangi perjalanan ke luar negeri kalau tidak perlu dan jalan-jalan saja di dalam negeri karena jauh relatif lebih aman," ujarnya dalam tayangan di BNPB, Kamis (16/12/2021).

Kasus pertama Omicron di Indonesia terjadi pada pekerja pembersih di Wisma Atlet. Sebenarnya ada 3 pekerja yang positif COVID, namun setelah diteliti hanya 1 yang terkena Omicron. Namun Budi menambahkan setelah dites PCR kedua kalinya, ketiga pekerja itu sudah negatif.

Selain 3 kasus di Wisma Atlet,Kemenkes juga tengah mengecek 5 kasus probable Omicron lainnya. Dua kasus adalah warga negara Indonesia yang baru kembali dari Amerika Serikat, dan Inggris. Kedua warga negara Indonesia ini sekarang sedang diisolasi di Wisma Atlet, tiga kasus probable lainnya adalah warga negara asing dari Tiongkok yang datang ke Manado dan sekarang sedang diisolasi di karantina Manado.

"Masyarakat wajib terinformasi, pesan dari kami adalah adalah tidak usah khawatir, tidak panik tetap kita hidup seperti biasa, yang paling penting jaga kewaspadaan, menjaga protokol kesehatan, jangan kendor, jangan kurang disiplinnya, untuk menjaga jarak dan memakai masker," ujarnya.

"Tolong juga dipastikan kurangi perjalanan ke luar negeri yang tidak penting, sekarang penyebaran Omicron terbukti sangat cepat, di Inggris awalnya 10 per hari, naik 100 per hari sekarang 70 ribu per hari lebih tinggi dari puncaknya kasus Indonesia pada bulan Juli 50.000 per hari jadi penularannya cepat," ujarnya.



Simak Video "Fakta-fakta Masuknya 3 Kasus Omicron Pertama di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA