Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 16 Des 2021 16:04 WIB

TRAVEL NEWS

Menkes dan Menparekraf Kompak Minta Jangan Liburan di Luar Negeri

JAKARTA, INDONESIA - APRIL 25: Airline and airport staff walk though the nearly empty Soekarno-Hatta International Airport on April 25, 2020 in Jakarta, Indonesia. As Muslims mark the start of Ramadan, Indonesia announced a temporary ban on nearly all travel into and out of the country including by air, boat, train and road to prevent the spread of COVID-19. (Photo by Ed Wray/Getty Images)
Foto: Getty Images/Ed Wray
Jakarta -

Varian Omicron sudah terdeteksi di Indonesia. Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Menparekraf Sandiaga Uno kompak meminta masyarakat tidak berlibur ke luar negeri saat liburan Natal dan Tahun Baru.

"Sekali lagi tolong liburan ini spend waktunya di dalam negeri tidak perlu ke luar negeri. Indonesia negara yang jauh lebih aman dibanding negara lain di luar. Kita jaga keluarga kita, kita jaga tetangga kita dan kita jaga seluruh rakyat Indonesia dengan mengurangi perjalanan ke luar negeri kalau tidak perlu dan jalan-jalan saja di dalam negeri karena jauh relatif lebih aman," ujarnya dalam tayangan di BNPB, Kamis (16/12/2021).

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan per November saja total ada 3.000 orang per hari yang berwisata ke luar negeri. "Nah ini sangat menimbulkan kekhawatiran, karena ini adalah suatu peluang dan potensi masuknya varian baru dan bisa memicu peningkatan kasus dan gelombang selanjutnya dari covid-19 ini," jelas Sandiaga Uno.

"Oleh karena itu, melalui Menteri Luar Negeri, Bapak Presiden menyampaikan perintah dan bukan himbauan tapi lebih kepada satu seruan, arahan bagi masyarakat Indonesia tidak berwisata di luar negeri," tambahnya.

Jokowi dalam arahannya juga menegaskan apabila harus keluar negeri harus dengan alasan yang jelas, tidak diperkenankan untuk piknik.

"Jadi sekali lagi arahan penting adalah untuk warga Indonesia yang ingin berkegiatan ke luar negeri tidak disarankan dan seruannya adalah untuk berwisata di Indonesia Aja, itu arahan jelas untuk mendukung kebangkitan ekonomi kita," ungkap Sandiaga Uno.

"Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi, ayo berwisata di Indonesia Aja," ujar Sandiaga.

Kasus pertama Omicron di Indonesia terjadi pada pekerja pembersih di Wisma Atlet. Sebenarnya ada 3 pekerja yang positif COVID, namun setelah diteliti hanya 1 yang terkena Omicron. Namun Budi menambahkan setelah dites PCR kedua kalinya, ketiga pekerja itu sudah negatif.

Selain 3 kasus di Wisma Atlet,Kemenkes juga tengah mengecek 5 kasus probable Omicron lainnya. Dua kasus adalah warga negara Indonesia yang baru kembali dari Amerika Serikat, dan Inggris. Kedua warga negara Indonesia ini sekarang sedang diisolasi di Wisma Atlet, tiga kasus probable lainnya adalah warga negara asing dari Tiongkok yang datang ke Manado dan sekarang sedang diisolasi di karantina Manado.

Karantina 14 Hari

Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan meski Omicron sudah masuk Indonesia, masyarakat diminta tidak panik atau khawatir. Masyarakat diminta untuk memperketat protokol kesehatan dan untuk pelaku perjalanan mengikuti karantina sesuai aturan. Yakni 14 hari di tempat karantina terpusat untuk pelaku perjalanan dari 11 negara, yakni 10 negara Afrika dan Hong Kong. Di luar negara tadi karantina selama 10 hari.

"Kebijakan ini bukan untuk mempersulit atau menambah beban pelaku perjalanan internasional, ini sifatnya adalah kewaspadaan dan keamanan seluruh bangsa, pelaku perjalanan diharapkan melaksanakan swab PCR 3x24 jam sebelum keberangkatan, di hari pertama entry test, lalu PCR di hari 13 bagi pelaku perjalanan yang karantina selama 14 dan dan PCR di hari 9 bagi pelaku perjalanan karantina secara terpusat selama 10 hari," ujarnya.

"Kami juga mengulangi apa yang disampaikan Menkes, kami himbau untuk masyarakat sebaiknya membatasi atau tidak bepergian ke luar negeri kalau tidak mendesak kalau mendesak seperti masalah kesehatan, kedukaan, atau dinas tetap mematuhi Surat Edaran Satgas," ujarnya

untuk pelaksaankarantina kami siapkan beberapa tempat ada tower 7 mungkin terjadi penigkatkanditambah dusun nagrakcilcingn4 ribu lebih

pesan kami tetep dilaksanakan sesuai prosedur, sehingga benar-benar bahwa adanya varian omciron atau varian apapun kita bisa terbebas dan bisa melwewatikhususnya akhir tahndan di awal tahun 2022 mendatang



Simak Video "Fakta-fakta Masuknya 3 Kasus Omicron Pertama di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA