Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 19 Des 2021 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

Tak Ada Pesta Kembang Api di Paris Saat Malam Tahun Baru

Femi Diah
detikTravel
PARIS, FRANCE - NOVEMBER 30: General view of the illuminated Dior store of the Champs Elysees avenue for Christmas and New Year celebrations on November 30, 2020 in Paris, France. The reopening of Dior store and others stores selling non-essential products began on November 28 after several weeks of lockdown that were expected to combat a resurgence of the coronavirus (COVID-19) epidemic. (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)
Ilustrasi Paris (Getty Images/Pascal Le Segretain)
Paris -

Paris mengumumkan membatalkan pesta kembang api di malam Tahun Baru 2022. Penyebabnya, mewaspadai varian Omicron Covid-19.

Varian Omicron menjadi momok bagi Eropa. Kini, Eropa bersiap untuk menerapkan pembatasan yang lebih ketat sebagai langkah pengendalian jenis virus Corona yang sangat bermutasi. Varian Omicron diprediksi memicu kebangkitan kasus Covid-19 di seluruh dunia.

Ketua Uni Eropa Ursula von der Leyen telah memperingatkan bahwa varian Omicron bisa menjadi dominan di Eropa pada pertengahan Januari.

Banyak negara telah memutuskan untuk menerapkan kembali pembatasan perjalanan dan tindakan penahanan lainnya sejak pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan bulan lalu.

Sebuah panel ilmiah yang menyarankan pemerintah Prancis mendesak "pembatasan signifikan" pada perayaan Tahun Baru. Pemerintah kota Paris pun mengumumkan "dengan penyesalan" bahwa mereka membatalkan semua acara di Champs Elysees.

"Pesta kembang api tidak akan berlangsung dan sayangnya tidak akan ada set DJ," begitulah pengumuman dari kantor wali kota Paris seperti dikutip AFP.

Wilayah Jerman pada hari Sabtu meminta pemerintah pusat untuk memperketat kontrol perbatasan dan menangguhkan kedatangan dari Inggris. Di negara inilah kasus Omicron tinggi.

Menteri kesehatan Prancis, Karl Lauterbach, merespons positif rencana itu.

"Semakin lama kita dapat menunda waktu ketika Omicron menguasai kita, semakin baik," kata Lauterbach.

Pada hari Jumat, Jerman menetapkan Prancis dan Denmark sebagai zona berisiko tinggi dan mengatakan para pelancong yang tidak divaksinasi harus dikarantina.



Simak Video "WHO Temukan Bukti Gejala Omicron Lebih Ringan"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA