Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Des 2021 11:15 WIB

TRAVEL NEWS

Segudang PR Sandiaga Uno dan Strategi PDKT untuk Menyongsong 2022

Taufan Rahmadi
detikTravel
Desa Wisata Wae Rebo di Manggarai, NTT
Foto: Menparekraf Sandaiaga Uno (dok. Kemenparekraf)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 meninggalkan banyak pekerjaan rumah untuk Menparekraf Sandiaga Uno. Sandiaga harus menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi tahun 2022.

Setelah dilantik menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) pada 23 Desember 2021 yang lalu, Sandiaga Uno ditekankan untuk bisa menyelesaikan tiga pekerjaan rumah oleh Presiden Joko Widodo.

3 PR untuk Sandiaga Uno adalah:

Pertama, Presiden Jokowi meminta agar infrastruktur lima destinasi super prioritas yang sudah ditunjuk oleh pemerintah dapat segera dipercepat, termasuk mempersiapkan dari segi aspek seni, budaya, kostum, hingga pernak-pernik.

Kedua, Presiden Jokowi mengingatkan agar Sandiaga Uno mempersiapkan kalender kegiatan atau calender of event pada setiap destinasi terutama di lima destinasi super prioritas yang mencakup kegiatan mingguan, bulanan hingga tahunan yang berskala dunia.

Arahan ketiga datang dari Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin yang meminta Sandiaga Uno agar memastikan aspek kesehatan dan keselamatan pada setiap destinasi pariwisata, terutama dalam menghadapi Covid-19 sehingga para wisatawan merasa aman dan nyaman.

Wapres juga menginginkan agar ekonomi kreatif menjadi lokomotif dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Terutama untuk sektor-sektor yang banyak menyerap dan menggerakkan ekonomi kerakyatan seperti kuliner, fesyen, dan kriya.

Selain itu, Wapres juga menambahkan agar destinasi-destinasi wisata halal dan destinasi wisata religi juga menjadi perhatian untuk menggairahkan sektor wisata, yang diharapkan bukan hanya bertahan tapi menangkap peluang menjadi pemenang.

Kebijakan-kebijakan

Fokus saat ini dalam industri pariwisata, menurut saya adalah hidup berdampingan dengan COVID-19. Hal tersebut sejalan dengan salah satu rekomendasi United Nation World Tourism Organization (UNWTO), yakni salah satu kekuatan daripada pariwisata saat ini adalah hidup berdampingan dengan COVID-19.

Kebijakan yang diambil oleh pemerintah tidak boleh mengesampingkan sektor pariwisata. Kebijakan terkait COVID-19 hendaknya jangan menebarkan horror yang membuat takut wisatawan atau yang membuat wisatawan tidak menarik mengunjungi Indonesia.

Kebijakan horror bagi dunia pariwisata yang saya maksud adalah seperti penerapan PPKM Serentak Level III di Seluruh Indonesia yang berpotensi pada penutupan destinasi pariwisata.

Padahal pariwisata adalah salah satu penyumbang devisa terbesar negeri ini, maka kebijakan yang ditelurkan bukanlah dengan menutup. Namun, dengan pembatasan-pembatasan yang tentunya berpedoman pada protokol pencegahan COVID-19.

Progres vaksinasi yang telah mencapai 70% dari total sasaran vaksinasi seharusnya bisa menjadi acuan agar kebijakan-kebijakan yang diambil pemeritnah mengarah pada hidup berdampingan dengan COVID-19.

Selanjutnya: Tren Wisata 2022

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA