Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Des 2021 21:25 WIB

TRAVEL NEWS

Viral Oknum TNI Tulis Nomor HP ke Paspor, Apa Masih Bisa Dipakai?

Paspor yang dicoreti oleh oknum TNI.
Foto: (dok tangkapan layar)
Jakarta -

Di media sosial tengah ramai kelakuan oknum TNI yang menulis nomor hp di paspor mahasiswi yang tengah menjalani karantina di Wisma Atlet.

Berawal dari media sosial, tersebar foto paspor mahasiswi yang ditulisi dengan nomor telpon di halaman bagian dalam. Selain itu, tertulis juga caption yang menuliskan duduk perkaranya.

"Halo min, mau share kelakuan TNI di wisma atlet, nulis nomer hp di paspor dua temen cewe ku. Ganjen + ngerusak paspor," bunyi keterangannya seperti dilihat detikTravel, Senin (20/12/2021).

Dijelaskan, kalau paspor mereka ditulisi oleh oknum TNI yang bertugas di Wisma Atlet. Wanita yang paspornya ditulisi itu diketahui tengah menjalani karantina.

Diketahui, paspor sejatinya merupakan dokumen milik negara yang merupakan pengganti KTP saat pelesir ke luar negara. Hanya seperti tertulis di awal kolom pembukaan paspor, siapapun tak diperbolehkan untuk mencoret, melakukan perubahan atau apapun atas tulisan di dalam paspor.

Aturan tersebut juga tertuang dalam Permenkumham Nomor 8 tahun 2014 tentang paspor biasa dan surat perjalanan laksana paspor. Tertulis di dalam pasal 35 poin f, sebuah paspor bisa saja dicabut jika rusak atau dicoreti.

"Rusak sedemikian rupa sehingga keterangan di dalamnya menjadi tidak jelas, atau memberi kesan yang tidak pantas lagi sebagai dokumen resmi," bunyi informasinya.

Apabila itu terjadi, maka sebuah paspor harus diganti dengan yang baru agar bisa kembali digunakan. Dalam kasus di atas, ada kemungkinan kalau paspor yang ditulisi itu tak lagi punya kekuatan hukum karena telah disalahgunakan.

Oleh sebab itu, petugas imigrasi baik di dalam maupun luar negeri bisa saja tidak menerima paspor Anda apabila dirasa tidak berada dalam kondisi yang baik.

Kodam Jaya menyatakan mahasiswi yang paspornya ditulisi nomor telepon oleh anggota TNI di Wisma Atlet, Jakarta, sepakat tidak memperpanjang persoalan tersebut. Meski demikian, Kodam Jaya memastikan akan ada sanksi yang diberikan kepada anggota TNI itu.

"Korban sepakat untuk tidak memperpanjang permasalahan, namun terhadap pelaku tetap akan diberikan sanksi hukuman," kata Kapendam Jaya Letkol Cpm Dwi Indra Wirawan saat dihubungi detikcom, Senin (20/12/2021).



Simak Video "Menkes Upayakan PeduliLindungi Jadi 'Paspor Kesehatan' di Negara G20"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA