Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 24 Des 2021 14:40 WIB

TRAVEL NEWS

Pelabuhan Benoa Bali Akan Dikembangkan Jadi Pusat Hiburan Otomotif

Erika Dyah
detikTravel
Bamsoet di Pelabuhan Benoa Bali
Foto: MPR RI
Jakarta -

Di kawasan Pelabuhan Benoa Bali akan dikembangkan pusat entertainment otomotif Bali dan tempat hangout bareng para pelancong turis mancanegara yang datang ke Bali menggunakan kapal pesiar. Kawasan itu akan diberi nama Black Stone Yacht Club Marina Benoa Bali.

Benoa Marina Bali ini akan dikembangkan usai Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama CEO Pelindo Regional Bali-Nusa Tenggara, Ali Sodikin sepakat bekerja sama.

Bamsoet menyebut dengan memanfaatkan lahan parkir yang sangat luas, pihaknya akan menjadikan area ini tempat kumpul berbagai komunitas otomotif Bali, sekaligus tempat menyelenggarakan berbagai event otomotif dengan latar pemandangan laut dan kapal pesiar yang indah.

Dalam kegiatan peninjauan pelabuhan Benoa yang berlangsung Kamis (23/12), Bamsoet menyebutkan area ini juga akan menjadi tempat turis dari mancanegara yang datang menggunakan Yacht atau kapal pesiar untuk nongkrong bareng.

"Sehingga bisa turut memberikan nilai tambah bagi kawasan pelabuhan Benoa yang sedang dikembangkan oleh Presiden Joko Widodo melalui konsep Bali Maritime Tourism Hub (BMTH). Selain melibatkan komunitas otomotif, pengembangan pelabuhan Benoa juga harus melibatkan para pelaku UMKM Bali dari berbagai daerah," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (24/12/2021).

Untuk itu, Bamsoet meminta agar Pelindo Regional Bali-Nusa Tenggara dapat memperbanyak ruang bagi UMKM untuk menjajakan berbagai produknya di sini

Bamsoet juga mendorong agar berbagai pembangunan dalam penataan ulang pelabuhan Benoa dengan konsep Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) bisa tetap menonjolkan kearifan lokal Bali.

Ia pun menekankan agar pembangunan ini dapat menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya. Sehingga para turis asing yang masuk ke Bali menggunakan kapal pesiar melalui pelabuhan Benoa bisa langsung merasakan kehidupan asli masyarakat Bali yang lekat akan budaya dan tradisi.

"Pembangunan ditargetkan selesai pada pertengahan 2023. Sehingga nantinya kapal pesiar yang dapat bersandar di pelabuhan Benoa bukan hanya yang memiliki panjang maksimal 280 meter, melainkan juga bisa disandarkan oleh kapal pesiar dengan panjang maksimal mencapai 350 meter atau setara dengan kapal pengangkut 6.000 penumpang," tandasnya.

Lebih lanjut, Bamsoet berharap pembangunan dapat on track, on budget, on time, dan on specification sehingga nantinya kawasan pelabuhan Benoa bisa menjadi pusat pariwisata maritim di Indonesia. Ia pun berharap kawasan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik ke Bali, minimal sebanyak 427.723 orang dan wisatawan mancanegara minimal sebanyak 133.777 orang.

Bamsoet memaparkan, Pelindo III Regional Bali Nusa Tenggara mencatat pada tahun 2019, total ada 67 cruise yang bersandar di pelabuhan Benoa dengan total membawa 65.000 wisatawan. Menurutnya, rata-rata wisatawan hanya 8 jam saja bersandar di sini mengingat keterbatasan fasilitas sarana dan prasarana yang ada.

"Pengembangan pelabuhan Benoa melalui konsep BMTH dengan penyiapan fasilitas sarana dan prasarana yang semakin meningkat, harus bisa menggerakan para wisatawan agar semakin lama tinggal di Bali. Sehingga memberikan multiplier effect kepada masyarakat dan industri pariwisata di Bali," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, kegiatan tinjauan ini turut dihadiri oleh pengurus IMI Pusat, antara lain Badan Pengawas Brigjen Pol Syamsul Bahri, Ketua Komisi Wisata Roy Wicaksono, dan Komisi Sosial George Alexander. Hadir pula General Manager Pelabuhan Benoa Anak Agung Gde Agung Mataram.



Simak Video "Bamsoet: Fahmi Idris yang Gembleng Saya soal Kepemimpinan dan Politik"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA