Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 28 Des 2021 07:11 WIB

TRAVEL NEWS

Singapura Cabut Larangan Masuk Traveler dari 10 Negara Afrika

Femi Diah
detikTravel
Singapore, Singapore - December 22, 2013: The Merlion fountain lit up at night in Singapore.
Foto: Getty Images/Vincent_St_Thomas
Singapura -

Singapura mencabut larangan terhadap traveler yang datang dari 10 negara Afrika. Tetapi, mereka tetap wajib menjalani karantina dan sejumlah syarat lain.

Keputusan itu disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (MOH) pada Minggu (26/12/2021). Dikutip dari Channel News Asia, negara-negara Afrika tersebut adalah Botswana, Eswatini, Ghana, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Nigeria, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.

Mulai pukul 23.59 pada hari Minggu (26/12), traveler yang tiba di Singapura dengan riwayat perjalanan dari negara-negara itu dalam tempo 14 hari terakhir dimasukkan ke dalam pembatasan Level IV negara tersebut.

Artinya, traveler itu harus menjalani tes PCR dua hari sebelum terbang ke Singapura dan tes PCR saat tiba di negara itu. Mereka juga harus menjalani stay home alias karantina selama 10 hari di fasilitas khusus. Kemudian, mereka harus menjalani tes PCR sekali lagi pada akhir masa karantina.

Sebelumnya, pemegang izin jangka panjang dan pengunjung jangka pendek dengan riwayat perjalanan baru-baru ini ke negara-negara Afrika ini tidak diizinkan masuk atau transit untuk antisipasi meningkatnya kasus varian Omicron di sana.

Sementara itu, warga negara Singapura dan permanent resident yang kembali dari negara-negara Afrika itu harus menjalani karantina selama 10 hari di fasilitas khusus.

Kementerian Kesehatan mengumumkan pada awalnya mereka menerapkan 'pendekatan antisipasi risiko yang ekstra hati-hati' itu untuk mengurangi penyebaran COVID-19 varian Omicron ke Singapura.

"Varian Omicron telah menyebar luas di seluruh dunia," begitulah bunyi pengumumannya, seraya menambahkan bahwa Singapura memperbarui pembatasan perjalanannya.

"Ketika situasi global berkembang, kami akan terus menyesuaikan langkah-langkah perbatasan kami seiring dengan roadmap kami untuk menjadi negara yang tahan terhadap COVID."



Simak Video "Mobil Komando Rusak, Pendukung UAS Bubar dari Kedubes Singapura"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA