Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 01 Jan 2022 08:15 WIB

TRAVEL NEWS

Kronologi Penelantaran 60 Pendaki Open Trip Gunung Rinjani

Penipuan open trip di Gunung Rinjani
Edwin Rianto, ketua open trip ke Gunung Rinjani (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Sekitar 60 orang ditelantarkan di Gunung Rinjani oleh penyelenggara open trip. Begini kronologinya.

Kronologi ini diceritakan oleh salah satu peserta, Intan Rahayu (32), peserta yang berasal dari Jakarta. Dalam sambungan telepon, ia juga menjelaskan soal biaya open trip ini.

"Kronologi awalnya kami lihat perjalanan ini dari akun Instagram mountnesia. Nah di situ ada open trip Alas Adventure yang diketuai Edwin Rianto bikin pendakian ke Gunung Rinjani dengan biaya Rp 850-1,3 juta," Intan dalam sambungan telepon, Sabtu (1/1/2022).

"Jadi, sistemnya DP dulu dan pelunasan bisa saat gajian atau pas di dalam bus," dia menjelaskan.

Lebih lanjut, kata Intan, pendaki yang membayar sebesar Rp 850 ribu itu hanya akan mendapat fasilitas transportasi, homestay, dan ke Gili Trawangan tapi harus membayar tiket lagi.

Kalau peserta open trip Gunung Rinjani yang membayar Rp 1,3 juta, selain memperoleh fasilitas di atas juga bebas tiket ke Gili Trawangan. Selain itu, peserta golongan ini juga mendapat makan dan tenda.

Awal mula kejanggalan open trip Gunung Rinjani

Kejanggalan awal terjadi di titik pertemuan UKI Jakarta. Karena, jadwal keberangkatan yang seharusnya pada pukul 21.00-22.00 tapi dibatalkan sampai pukul 04.00 baru berangkat.

"Alasannya Edwin Rianto kena tipu pihak PO pertama, padahal sudah masuk DP 20 juta. Lalu datanglah satu bus untuk 60 orang dan mobil Elf untuk 19 orang," terang Intan.

Perjalanan Jakarta-Lombok disebut berjalan aman. Masalah lagi terjadi di TNGR, yaitu tiket masuk atau simaksi. Jadi, beberapa peserta berbeda tanggal naiknya.

"Ada yang start tanggal 27-29. Itu karena keterlambatan keberangkatan tadi. Kami kira nggak beda tanggal dan akan naik bersama," ujar dia.

"Peserta berangkat di 3 kloter dan tidak ada sweeper juga leader. Peserta naik Plawangan secara mandiri," kata Intan.
Penderitaan peserta open trip Gunung Rinjani ini tak berhenti sampai di situ. Karena, peserta yang sudah membayar mahal dan nggak bawa tenda juga logistik malah nggak mendapat makan juga tenda.

"Karena ada yang ikut bayar mahal malah tanpa tenda dan semua peserta dapat makan malam. Hanya diberi nasi oleh porter, karena logistik yang dibeli Edwin Rianto itu nggak lengkap nggak ada lauk dan lain-lain," kata dia.

Meski serba kekurangan, Edwin Rianto ikut naik hingga ke Plawangan Gunung Rinjani. Hilangnya ketua open trip ini saat turun gunung.

"Kami pikir dia pergi karena takut peserta hipotermia. Komunikasi terakhir pukul 06.56 di tanggal 30, dia di mana, dia bilang mengurus peserta di Kandang Sapi," kata Intan.



Simak Video "Taman Nasional Gunung Rinjani Lombok, Banyak Jalan Pintas Seru"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA