Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 05 Jan 2022 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

DKI Jakarta PPKM Level 2, Ingat Lagi Aturannya untuk Sektor Pariwisata

CNN Indonesia
detikTravel
Satpol PP DKI Jakarta meminta warga yang sedang nongkrong di Bundaran HI jelang Tahun Baru 2022 pulang (Foto: Wilda/detikcom)
Ilustrasi DKI Jakarta (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Di awal tahun 2022, Pemerintah kembali memperpanjang PPKM di Jawa-Bali. DKI Jakarta sendiri masuk PPKM level 2. Ingat lagi aturan berlaku.

Pemerintah kembali menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level di Jawa-Bali selama dua pekan terhitung 4-17 Januari 2022.

Sebanyak empat provinsi menerapkan PPKM level 2 di seluruh kabupaten/kota yaitu DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, dan Bali. Sementara di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, PPKM level 2 hanya diterapkan di beberapa kota/kabupaten tertentu.

Penerapan PPKM Level 2 hanya dilakukan di kabupaten/kota yang mencatatkan capaian vaksinasi Covid-19 dosis satu minimal 50 persen untuk kategori umum, dan 40 persen untuk kategori lansia.

Berikut aturan lengkap PPKM Level 2, termasuk di DKI Jakarta menurut Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 01 tahun 2022 tentang PPKM Level 3, Level 2, Level 1 Covid-19 di Jawa-Bali.

Kegiatan Perhotelan non-Karantina

Kegiatan perhotelan nonkarantina maksimal kapasitas pengunjung 50 persen dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk skrining.

Fasilitas ruang kebugaran, meeting room, ruang pertemuan, ballroom, diizinkan dibuka maksimal kapasitas 50 persen serta tidak dibolehkan prasmanan.

Kegiatan Perbelanjaan

Supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai dengan pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung maksimal 75 persen. Supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Sementara pasar rakyat yang menjual barang non-kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen dan jam operasional sampai pukul 18.00 waktu setempat.

Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan Pukul 21.00 waktu setempat

Apotek dan toko obat dapat buka 24 jam.

Selanjutnya: Aturan kegiatan di mal dan tempat wisata

Simak Video 'PPKM Jakarta Kembali Naik Level 2 dan Sederet Aturan Lengkapnya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA