Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 09 Jan 2022 15:10 WIB

TRAVEL NEWS

Sempat Rusuh, Kota Terbesar Kazakhstan Tak Ubahnya di Film Kiamat

BBC Indonesia
detikTravel
Kondisi Kazakhstan saat rusuh hari Jumat (7/1)
Foto: (BBC)
Almaty -

Kota terbesar di Kazakhstan, Almaty, seperti terlihat dalam film-film berlatar bencana masif atau kiamat.

Dikutip detikTravel dari BBC, Minggu (9/1/2021), suasana mengerikan tampak pada Jumat pagi (7/1) dimana masih tercium aroma mobil-mobil yang hangus terbakar.

Hanya segelintir orang lalu-lalang di jalanan, banyak yang terlalu takut meninggalkan rumah. Tentara dan polisi memblokir tempat-tempat penting di kota yang tempo hari menjadi titik fokus aksi protes terhadap pemerintah.

Menurut penuturan jurnalis yang sudah berulangkali ke Almaty selama bertahun-tahun. Biasanya kota ini ramai, dimana-mana banyak tumbuh-tumbuhan hijau dan gampang menemukan tempat makan dan minum.

Dan saat ini, bangunan pertokoan dan bank telah dijarah atau dihancurkan. Butuh banyak waktu untuk memulihkan semua ini.

Kondisi Kazakhstan saat rusuh hari Jumat (7/1)Suasana pusat perbelanjaani Kazakhstan saat rusuh hari Jumat (7/1) Foto: (BBC)

Sebagian besar kerusakan terjadi di sekitar alun-alun besar yang didatangi pertama kali oleh pengunjuk rasa ketika demonstrasi dimulai. Gedung-gedung media di sekitarnya diserang dan kantor wali kota dibakar.

Saat ini suasananya gelap gulita, ditelan asap hitam yang membumbung. Namun, tak ada tanda-tanda kemunculan aksi protes lanjutan pada Jumat.

Hanya sekelompok kecil orang yang berkumpul di dekat bangunan yang luluh lantak untuk mengambil foto melalui ponsel mereka. Hanya saja masih terdengar suara tembakan dan ledakan, yang mungkin merupakan granat kejut.

Menurut penuturan sejumlah warga diajak bicara, mereka menyebut sangat terkejut dan marah. Protes ini belum pernah terjadi sebelumnya di Kazakhstan, dan banyak orang di sini tidak memperkirakan bahwa aksi protes itu menyebar dan berubah menjadi kekerasan yang begitu cepat.

Beberapa dari mereka yang diwawancarai terlihat gembira melihat pasukan militer yang datang dari Rusia dan negara-negara tetangga lainnya. Mereka berharap kehadiran pasukan itu akan memulihkan ketertiban.

"Jika mereka menghadirkan pasukan sejak awal, saya yakin kerusuhan ini tak akan terjadi," kata salah satu warga.

"Barangkali mereka khawatir bakal dihujat, bahwa mereka menggunakan senjata. Tetapi Anda lihat sekarang apa yang akibat dari pendekatan yang ditempuh selama ini."

Di tengah kemarahan atas aksi kekerasan tersebut, ada juga simpati bagi para pengunjuk rasa. Tidak sedikit para demonstran berasal dari kawasan pedesaan, di mana gajinya rendah dan kehidupan mereka sulit.

"Saya mengerti tuntutan para pengunjuk rasa," ujar seorang pria, juru masak berusia 22 tahun. "Kita bisa melihat gaji kita tidak bertambah dan sebagian besar penduduk pontang-panting demi hidup," sambungnya.

Namun, sekarang ini terjadi penjarahan dan pengrusakan. Sehingga rakyat kebanyakan kini menderita. Warga Almaty saat ini menghadapi kekurangan makanan, karena berbagai supermarket besar tutup.

Toko yang buka hanya menerima uang tunai, tetapi sulit mencari tempat untuk menarik uang. Tidak ada internet dan bahkan mendapatkan taksi tampaknya terlalu berisiko.

Dengan akses internet dan telepon yang tidak berfungsi dengan baik, sulit mengetahui apa yang terjadi di luar kota. Ada berbagai macam rumor beredar di masyarakat dan tidak mungkin untuk memastikan kebenarannya.

Masyarakat Kazakhstan belum pernah melihat aksi protes sebesar ini. Ada kasus kerusuhan sebelumnya, tetapi sebagian besar terlokalisasi.

Tidak satu pun aksi-aksi protes sebelumnya yang mengakibatkan bandara utama diserang.

Simak Video 'Melihat Kesiapan Aliansi Militer Rusia untuk Kazakhstan':

[Gambas:Video 20detik]



(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA