Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 12 Jan 2022 22:04 WIB

TRAVEL NEWS

Dikaitkan dengan Seks, Penari Perut Kerap Diasingkan Keluarga

Putu Intan
detikTravel
Bagaimana Seorang Perempuan Rusia Menjadi Bintang Tari Perut di Mesir
Ilustrasi tari perut. Foto: DW (SoftNews)
Kairo -

Penari perut menghadapi banyak tantangan dalam menjalankan profesinya. Tak jarang mereka harus diasingkan keluarga hingga berurusan dengan hukum.

Salah satu penari perut Mesir, Amie Sultan menjelaskan saat ini banyak orang melihat tari perut sebagai tari erotis yang lekat dengan seks. Padahal tari perut Mesir adalah karya seni yang sudah melekat pada budaya Mesir.

Sultan juga berujar, mengaitkan tari perut dengan pekerjaan seks dapat membuat hidup para penari menjadi sulit. Perempuan yang menari perut berisiko untuk diasingkan keluarga mereka.

Salah satu contoh nyata dialami Aya Yousef, seorang guru di Mesir yang menari perut lalu diceraikan suaminya. Ia juga dipecat dari pekerjaannya sebagai guru.

Selain tu, penari perut juga kerap mendapatkan akomodasi tidak aman atas belas kasihan tuan tanah yang mencurigakan hingga risiko mendapatkan pelecehan seksual.

Belum lagi ancaman hukum yang didapatkan karena berpakaian yang terlalu terbuka. Pada 2019, seorang perempuan Rusia dijebloskan ke penjara selama satu tahun karena melanggar aturan berpakaian.

Sementara itu, guru tari Ali Abdelfattah mengatakan penari perut mendapat stigma yang berbeda dengan jenis tari lainnya.

"Balet dipandang sebagai sesuatu yang anggun. Tetapi ketika orang melihat penari perut, itu menimbulkan banyak tanda tanya. Itu bukan citra yang bagus," katanya seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (12/1/2022).

Abdelfattah bercerita, sebagian besar muridnya menghadiri latihan tari perut tanpa sepengetahuan keluarga mereka. Menari perut seolah menjadi hal tabu bagi perempuan Mesir.

Oleh sebab itu, banyak penari perut di Mesir didatangkan dari luar negeri. Umumnya mereka berasal dari Rusia dan Amerika Selatan.

Lurdiana, penari asal Brasil yang bekerja di Kairo, mengatakan bahwa dia direkrut untuk menari perut di Sharm el-Sheikh.

"Mereka membutuhkan penari di sini," katanya.

Bahkan di dalam industri, penari Mesir menghadapi kesulitan. Mantan manajer Luradiana pernah menjelaskan preferensinya terhadap penari asing.

"Dia mengatakan bahwa jika seorang gadis Mesir bekerja sebagai penari perut, itu berarti dia tidak berasal dari keluarga yang baik atau memiliki pendidikan yang baik," katanya.

"Mereka pikir penari perut melakukannya hanya karena dia ingin mendapatkan uang dan tidak punya pilihan lain. Mereka tidak dapat membayangkan bahwa dia akan melakukan ini hanya karena dia menyukainya," sambungnya.



Simak Video "Tempe hingga Perkedel Bikin Heboh Paviliun Indonesia di COP27 Mesir"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA