Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 15 Jan 2022 15:42 WIB

TRAVEL NEWS

Adaptasi Zaman, Museum di Bali Mulai Garap Karya Seni NFT

Sui Suadnyana
detikTravel
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke Museum Pasifika. (Dok. Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke Museum Pasifika. (Dok. Kemenparekraf)
Badung -

Museum Pasifika di kawasan pariwisata The Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali mulai menggarap karya seni Non-Fungible Token (NFT). Karya seni NFT digarap bekerja sama dengan sebuah perusahaan.

"Tentang NFT, kita juga sudah menandatangani kontrak dengan satu perusahaan untuk bikin beberapa karya seni sebagai NFT," kata pendiri Museum Pasifika Philippe Augier saat kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Sabtu (15/1/2022).

Menurut Philippe, karya seni NFT dibuat agar bisa dibagikan nantinya kepada generasi baru. Sebab, generasi nantinya lebih suka dengan teknologi.

"Karena generasi baru sangat suka dengan teknologi dan buat sesuatu yang mungkin tidak bisa ada ditembak (dipalsukan), tapi pasti ada di dalam HP," kata dia.

Selain itu, karya seni NFT nantinya juga sebagai bagian dari promosi budaya di Indonesia dan Bali khususnya.

"Kita sangat senang kalau kita bisa bikin promisi, budaya apalagi promosi Indonesia dan Bali di mana-mana di dunia," ungkap Philippe.

Sementara itu, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan bahwa ada peluang berbagai karya seni masuk NFT dan Metaverse. Ia berharap Museum Pasifika jadi agen perubahan tersebut.

"Nah di tengah-tengah NFT dan juga bagaimana memonetisasi karya-karya seni di dalam metaverse, kita melihat ada peluang. Museum Pasifika ini mesti menjadi agent of change juga, jadi bukan hanya death monumen tapi juga living monument," jelasnya.

Sandiaga menyebut saat ini merangkul Philippe Augier dan berbagai penyelenggara museum. Nantinya, ia bersama jajaran Kemenparekraf akan melakukan road show ke beberapa museum di Indonesia.

Baginya, museum saat ini harus bertransformasi, dari yang sebelumnya berupa museum statis atau death monument menjadi living monument. Museum saat ini harus memiliki aspek teknologi.

"Kalau tadinya museum yang statis, kalau kita bilang death monument, harus menjadi living monument, harus bercerita, harus punya story dan ada juga aspek teknologi yaitu dengan NFT dan beberapa karya-karya yang bisa masuk ke dalam metavers," kata Sandiaga.

"Menurut saya, ini adalah membuka peluang lapangan usaha dan juga kesempatan kerja dan akan meningkatkan penghasilan dari para pelaku ekonomi kreatif," dia menambahkan.



Simak Video "Alasan Pemerintah Pangkas Karantina Wisatawan Mancanegara Jadi 5 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA