Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 15 Jan 2022 21:47 WIB

TRAVEL NEWS

Belum Ada Wisman ke Bali, Sandiaga Uno Siapkan Sejumlah Langkah

Sui Suadnyana
detikTravel
Sandiaga Uno di Bali
Foto: (Sui Suadnyana/detikcom)
Badung -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkap sejumlah kendala yang menyebabkan wisatawan mancanegara (wisman) belum datang ke Bali. Padahal Bali telah dibuka untuk wisman dari 14 Oktober 2021.

Adapun sejumlah kendalanya yakni minimnya penerbangan langsung ke Bali, jumlah negara yang masuk ke dalam daftar masuk Indonesia yang terbatas, adanya kewajiban karantina, kebijakan visa dan harus adanya jaminan asuransi.

"Nah ini keseluruhan jadi satu permasalahan tersendiri," kata Sandiaga saat mengunjungi stand UMKM di Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Sabtu (15/1/2022).

Sandiaga mengaku telah menyusun sejumlah langkah dan menyiapkan tim khusus guna menyikapi hal tersebut. Terlebih Bali sebetulnya sudah siap menerima wisman dengan adanya Konferensi Tingkat Tinggi The Group of Twenty (KTT G20).

"Rencananya bulan Januari ini kita ada rakor khusus dan tingkat kementerian koordinator, ini yang akan dilaporkan kepada bapak Presiden dan mudah-mudahan akan ada kebijakan baru supaya kita bisa mendorong wisatawan mancanegara masuk," harapnya.

Tetapi Sandiaga juga mewanti-wanti agar meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan di tengah adanya COVID-19 varian Omicron. Sebab mayoritas penyebaran Omicron di Indonesia berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.

"Nah ini yang betul-betul harus kita sikapi dan kita harus waspadai. Tingkatkan protokol kesehatan, genjot vaksinasi dan booster terutama untuk anak-anak 6 sampai 11 tahun," jelas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

"Dan ini yang sekarang kita sedang siapkan agar kasus COVID-19 yang dipicu Omicron ini tidak mematikan upaya kita untuk membangkitkan kembali ekonomi di Bali," paparnya.

Sebelumnya, pelaku pariwisata Bali menyebut ada sebanyak 5 kebijakan yang menjadi biang kerok turis asing enggan ke Bali. Kebijakan tersebut yakni berkaitan dengan visa, karantina, penerbangan, pilihan negara yang dibuka hingga adanya kewajiban asuransi.

"Jadi hal-hal inilah yang menyebabkan kita ini seolah-olah Bali itu dibuka, tapi aturannya yang menjauhkan tamu itu untuk tidak datang ke Bali," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Indonesian Hotel General Manager Association (DPD IHGMA) Bali Agus Made Yoga Iswara, Selasa (21/12/2021).

Yoga Iswara menilai, kebijakan visa bagi wisatawan yang masuk ke Bali sementara ini masih harus menggunakan essentials business visa. Dirinya menilai, penerapan visa business atau essential visa memberatkan wisman masuk Bali.

"(Jadi) bukan visa touris atau VoA (visa on arrival). Jadi ini kan memberatkan, kuotanya terbatas 1.500, sedangkan membutuhkan sponsor dan biaya-biaya yang lainnya," jelas Yoga Iswara.

Kemudian yang kedua yakni kebijakan yang mengharuskan karantina bagi wisman yang masuk ke Pulau Dewata. Yoga Iswara berharap, agar kebijakan penerimaan wisman di Bali bisa seperti di Langkawi, Malaysia dan Phuket, Thailand.

"Kami berharap Bali bisa dijadikan seperti Langkawi atau pun Pukhet sehingga tamu yang datang bisa lebih mudah mereka untuk datang, karena kita telah memiliki golden standar. Jadi yang datang harus di-PCR di sana, kemudian sampai di bandara di-PCR juga," harapnya.

Tak hanya itu, kebijakan penerbangan juga dinilai oleh Yoga Iswara masih menghambat turis asing masuk ke Bali. Sebab mereka jika ingin berlibur ke Pulau Dewata terpaksa harus menggunakan penerbangan langsung atau direct flight.

"Nah ini salah satu yang membuat kenapa Bali susah dimasuki karena penerbangannya harus direct. Kami berharap ada kebijakan fleksibilitas untuk transit juga untuk ke Bali," pintanya.

Di sisi lain, Yoga menilai bahwa daftar 19 negara yang warga negaranya boleh ke Bali belum bertemu dengan pola yang ada. Sebab, ada negara yang low risk dari COVID-19 seperti Australia, belum diizinkan masuk Bali karena regulasinya tidak mengizinkan.

Selanjutnya Kebijakan yang Menghambat Turis ke Bali

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Menparekraf Buka Suara Soal Aksi Bule Telanjang di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA