Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 17 Jan 2022 17:57 WIB

TRAVEL NEWS

Keberangkatan Jemaah Haji Tertunda pada Tahun 2020 Akan Jadi Prioritas

Tim detikcom
detikTravel
Menag Yaqut Cholil Qoumas (Dok Menag)
Foto: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Dok Menag)
Jakarta -

Meski belum ada kepastian akan keberangkatan haji di tahun 2022, Menag memastikan akan mengutamakan jemaah haji yang tertunda pada tahun 2020.

"Jemaah haji yang diberangkatkan pada 1443H/2022M adalah jemaah haji yang berhak berangkat pada tahun 1441H/2020M," kata Yaqut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1/2022).

Yaqut mengatakan Kemenag belum mendapat kepastian haji dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi hingga saat ini. Meski begitu, dia mengaku pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan penyelenggaraan haji 1443 H/2022 M.

"Persiapan haji bisa kami jelaskan, kepastian ada atau tidaknya haji 1443H/2022M kewenangan Saudi, namun kami terus koordinasi. Hasilnya, kepastian belum dapat diperoleh sebagaimana disampaikan raker (rapat kerja) sebelumnya," lanjut dia.

Yaqut menyebut ketidakpastian penyelenggaraan haji tak hanya berlaku di Indonesia, tapi juga di negara lain. "Belum ada pembicaraan bukan hanya ke Indonesia, tapi negara-negara lain yang menyelenggarakan misi haji," ujar dia.

Yaqut juga menyoroti waktu persiapan yang kian singkat lantaran musim haji jatuh pada Juni nanti. Dia memastikan pihaknya terus mematangkan persiapan pelaksanaan haji pada 1443 H/2022 M meski keberangkatan jemaah haji belum pasti hingga kini.

"Ketiga, waktu tersisa sesuai kalender Hijriah, perkiraan pemberangkatan jemaah 2022 kloter pertama akan diberangkatkan 4 Zulhijah atau 5 Juni 2022. Kondisi ini menunjukkan waktu tersisa persiapan hanya berkisar 4 bulan. Melihat lingkup penyelenggaraan ibadah haji yang luas, waktu tersisa sangat terbatas sehingga berbagai persiapan harus segera kita lakukan," papar Yaqut.

Dia menyebutkan pihaknya menyiapkan skenario penyelenggaraan haji yang terbagi dari 3 opsi di tengah maraknya varian Omicron, yakni kuota penuh, kuota terbatas, dan tidak memberangkatkan jemaah haji sama sekali. Hingga kini, lanjutnya, Kemenag masih mengutamakan opsi keberangkatan kuota penuh.

"Terkait skenario penyelenggaraan haji, mengingat COVID-19 ditandai munculnya varian Omicron maka pemerintah mitigasi penyelenggaraan haji dengan 3 opsi. Pertama, kuota penuh, kuota terbatas, dan tidak memberangkatkan sama sekali. Pemerintah sekarang bekerja dengan skenario opsi pertama, kuota penuh," kata dia.



Simak Video "Kuota Hanya 50 Persen, Kemenag Sortir Jemaah Haji 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA