Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 17 Jan 2022 20:15 WIB

TRAVEL NEWS

Curhat Subianto, Pemandu Kuda di Bromo Saat Pandemi

bonauli
detikTravel
Pemandu kuda wisata di Gunung Bromo
Subianto, pemandu kuda wisata di Gunung Bromo (Bonauli/detikcom)
Malang -

Pandemi tak henti-hentinya memberi duka bagi pariwisata. Tak terkecuali para pemandu kuda wisata di Gunung Bromo.

detikTravel bersama Toyota Corolla Cross Hybrid Road Trip Explore Mandalika melakukan perjalanan ke Gunung Bromo Tengger Semeru. Lewat pintu dari Kota Malang, Gunung Bromo menyuguhkan pemandangan yang tak kalah indah.

Subianto, seorang pemandu kuda wisata di Gunung Bromo bercerita tentang pandemi yang mendera. Selama pandemi, area Gunung Bromo sempat tutup.

"Saya berasal dari Desa Ngadas, Ranupani," ujarnya.

Pekerjaan yang sudah ditekuni selama 9 tahun harus ditinggalkan. Dirinya harus rela menjadi kuli pacul di sawah.

Pemandu kuda wisata di Gunung BromoPemandu kuda wisata di Gunung Bromo Foto: (Bonauli/detikcom)

Kudanya diberi nama Bejo. Bejo sudah berumur 7 tahun, dibelinya pada usia 4 tahun. Subianto mengaku melatih kuda sendiri.

"Pintu dari Malang mulai buka dari tanggal 1 November 2021, semenjak PPKM pendapatan berkurang," jelasnya.

Biasanya ada sekitar 3.000 wisatawan yang datang per hari. Tapi sesudah pandemi, pendapatannya hanya sekiatr Rp 50-100 ribu per hari. Kadang tak dapat sama sekali.

Biaya naik kuda sekitar Rp 10-20 ribu untuk berfoto. Kalau berkeliling bisa langsung ditawar dengan sang pemandu.

Pemandu kuda wisata di Gunung BromoPemandu kuda wisata di Gunung Bromo Foto: (Bonauli/detikcom)

Selama pandemi, Bejo tetap diberi makan rutin. Biaya makannya Rp 20 ribu untuk membeli dedak dan rumput. Bahkan tiap pagi, kudanya sudah dimandikan. Harga sampo si Bejo Rp 1.000 sehari.

"Sekitar jam 5.30 WIB berangkat ke sini," katanya.

Subianto akan berkeliling Bukit Teletabies untuk mencari wisatawan. Setelah itu sore, dirinya akan kembali pulang.

"Ngikutin wisatawan saja, kalau wisatawan pulang ya saya pulang," ujarnya.

"Jangan ditutup lagi, karena jadi lumpuh. Ini alasannya perut," tuturnya.

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Libur Lebaran, Wisata Gunung Bromo Dipadati Wisatawan Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA