Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 18 Jan 2022 12:04 WIB

TRAVEL NEWS

Jajan di Tempat Wisata Harganya Digetok 3 Kali Lipat, Sandi Minta Pemda Awasi

Putu Intan
detikTravel
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno
Sandiaga Uno Foto: Kemenparekraf
Jakarta -

Sudah jadi rahasia umum kalau belanja di sebuah tempat wisata di Indonesia kadang harga yang ditawarkan digetok penjual sampai tidak masuk akal. Bahkan ada yang berlipat-lipat harganya.

Hal ini menyebabkan pelancong jadi takut menawar harga dan kemudian berdampak kepada banyaknya pedagang yang mengaku sepi dan jarang dibeli. Pemerintah mengakui adanya fenomena getok harga dan terus melakukan edukasi.

"Yang kerap terjadi, biasanya harga yang terlampau tinggi bahkan hingga tiga kali lipat itu dilakukan oknum perorangan, ini yang perlu disosialisasikan dan diberikan pemahaman.
Pelaku usaha sepatutnya memberikan pelayanan yang terbaik, termasuk harga yang wajar. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk dapat melakukan
pengawasan dan pendampingan di lapangan," ujar Menparekraf Sandiaga Uno dalam pernyataannya, Selasa (18/1/2022).

"Kami terus mengimbau kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Termasuk saat mencari souvenir atau oleh-oleh, karena perjalanan wisata adalah perjalanan yang memberikan pengalaman Jika wisatawan sudah merasakan pengalaman yang kurang menyenangkan, tentu akan berdampak pada destinasi wisata atau sentra ekonomi kreatifnya. Karenanya kami terus berkoordinasi dengan industri untuk dapat memastikan harga-harga yang ditawarkan sesuai atau sewajarnya," ujarnya.

Mengenai harga jual yang relatif lebih murah di platform e-commerce ketimbang toko konvensional, Sandiaga mengatakan hal ini tak cuma terjadi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tapi juga di berbagai sektor-sektor lain

"Di antaranya biaya operasional yang bisa ditekan, penjual merupakan tangan kedua atau ketiga bahkan produsen langsung, termasuk banyak promo yang diberikan oleh platform.
Karenanya kami di Kemenparekraf terus melakukan berbagai program yang mendorong pelaku usaha parekraf untuk dapat masuk ke digital. Di antaranya melalui program Bangga
Buatan Indonesia dan Beli Kreatif Lokal. Namun pengalaman wisatawan untuk membeli langsung di toko konvensional juga tidak kalah menarik. Karenanya kami mengimbau dan terus berkoordinasi dengan industri dan pemerintah daerah untuk dapat bersama-sama melakukan pengawasan demi memberikan pengalaman wisatawan yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Sandiaga Uno.

Simak juga Video: Nggak Mau Digetok Harga? Jangan Nginep di Warung Puncak!

[Gambas:Video 20detik]




(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA