Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 20 Jan 2022 08:05 WIB

TRAVEL NEWS

LRT Bakal Wara-wiri, Ini Kata Pengamat Transportasi

Syanti Mustika
detikTravel
Foto udara gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di jalur Pancoran, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Progres perkembangan pembangunan transportasi Lintas Rel Terpadu atau LRT yang akan melintas di Jakarta - Bogor - Depok - Bekasi (Jabodebek) tersebut sudah mencapai 88,60 persen, saat ini telah memasuki tahapan uji coba atau tahapan testing commisioning (tes fungsi) untuk rute Pancoran-Dukuh Atas. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

LRT ditargetkan mulai beroperasi pada bulan Agustus 2022. Para pengamat pun memberikan tanggapan terhadap keberadan LRT Jabodebek ini.

Dalam diskusi publik Persiapan Operasional LRT Jabodebek, Rabu (19/1/2022) via Youtube, diungkkapkan bahwa LRT akan mulai beroperasi pada bulan Agustus, tepatnya pada momen Kemerdekaan.

"Operasional dari LRT Jabodebek ditargetkan dapat dimulai pada Agustus 2022, yang kemudian beroperasi secara penuh menggunakan Grade of Automation (GoA) level 3 pada akhir tahun 2022," kata Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo.

Sejumlah pengamat pun memberikan pendapatnya terkait pengoperasian LRT ini. Salah satunya adalah pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio.

"Saya cuma mau beberapa poin, pertama soal teknologi. Kita harus belajar dari sejarah pada waktu adhikarya mengerjakan jalan tol kanci-pejagan itu menggunakan teknologi terbaru pada saat itu dan kini malah paling buruk. Yang ingin saya sampaikan, mohon supaya teknologi yang digunakan di sini yang tadi disampaikan itu betul betul memang prima ya, kan sama-sama adikarya cuman beda dirutnya saja,"

"Serta pertanyaan masyarakat adalah mengenai kereta itu dimana sudah 1-2 tahun ada di atas kehujanan, kepanasan, apakah akan dicat ketika beroperasi? Berkaca kasus yang Palembang kan begitu, dimana kasus Palembang sehingga tidak ada yang naik. Juga rutenya ini kan transportasi itu jantungnya ada connectivity. Dilihat dari rutenya ini saya khawatir nih terjadi kanibalisme dengan KCI," kata Agus.

Agus mengungkapkan perlu dipikirkan konektivitas jika memang mengharapkan pengguna mobil atau yang lainnya.

"Juga soal perjalanan, soal segala macam itu kan saya agak miris ketika konektivitasnya itu sulit dijangkau, kan kalau dari yang ada sekarang kan ada di yang dengan kereta cepat itu di Halim kemudian ada di Dukuh Atas, tetapi konektivitas di lainnya itu kan saya lagi bayangin tuh ada di kiri terus kan aktivitasnya paling dengan angkot apa dengan TransJakarta atau apa. Kalau dengan jalan kaki juga jauh," papar Agus.

Kembali Agus mengingatkan pentingnya faktor keselamatan penumpang jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.

"Jalur LRT kan tinggi itu, perlu latihan juga gimana itu nanti kalau terjadi amit-amit jangan sampai terjadi kecelakaan. Kalau itu kan turunnya susah, perlu dipikirkan juga. Latihan penyelamatan pun perlu dilakukan juga," ujar Agus.

"Dan selanjutnya terkait LRT yang beroperasi dengan jaringan perlu dipertimbangkan juga mengenai gangguan sinyal yang akan menghambat pergerakan LRT. Saya hanya mengingatkan saja," tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Aditya Dwi Laksana juga mengingatkan LRT mengenai dukungan tata ruang yang ramah untuk semua penumpang, termasuk disabilitas.

"Pertama dalam masalah aksesibilitas, yang kedua masalah konektivitas dan integrasi, ketiga masalah travel time, waktu perjalanan dan juga gateway jeda antar perjalanan berikutnya. Juga dukungan dari fasilitas yang ada di prasarana di stasiun. Fasilitas dan dukungan dari tata ruang yang berikutnya adalah bagaimana keramahan dari untuk pengguna disabilitas dengan menggunakan desain yang universal," papar Aditya.

Sekedar informasi untuk traveler, persiapan pembangunan LRT sudah mencapai 78 %. Pada bulan Januari-Mei akan dilakukan test commissioning, lalu Juli - Agustus nanti akan dilakukan trial run.

LRT nantinya akan memiliki 17 stasiun dan 1 stasiun akan terkoneksi dengan kereta cepat Jakarta - Bandung. Dan panjang lintasannya mencapai 44 km dengan 31 trainset.

Dalam diskusi Didiek mengatakan bahwa LRT Jabodebek akan dioperasikan menggunakan sistem Communication-Based Train Control (CBTC) dengan GoA level 3. Artinya pengoperasian kereta ini berbasis komunikasi, sehingga sistem dapat mengoperasikan kereta dan memproyeksikan jadwal secara otomatis, serta dikendalikan juga secara otomatis dari pusat kendali operasi.



Simak Video "Mengenal Sistem CBTC dan GoA Level 3 pada LRT Jabodebek"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA