Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 22 Jan 2022 20:56 WIB

TRAVEL NEWS

Jamaah Umrah Minta Dibedakan dengan WNI yang Pelesir ke Luar Negeri

Setelah dua tahun tertunda, puluhan calon jemaah asal Yogyakarta akhirnya bisa berangkat ke Arab Saudi untuk ibadah umrah. Tangis haru mewarnai keberangkatan jemaah.
Ilustrasi jamaah Umroh (Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Jakarta -

Walau sama-sama ke luar negeri, WNI yang liburan dan jamaah umrah punya misi yang berbeda. Mereka pun menuntut adanya perbedaan perlakuan karantina.

Saat ini Pemerintah memberi satu perlakuan yang sama untuk semua WNI yang pelesir dari luar negeri, yakni wajib tes PCR COVID-19 hingga mewajibkan karantina bagi yang terindikasi positif.

Terkait hal itu, jamaah sekaligus pengusaha umrah menyatakan keberatannya dan mengharap adanya perlakuan khusus bagi jamaah. Kritikan itu disuarakan oleh Ahmad, (bukan nama sebenarnya) pada detikTravel via telepon, Sabtu (22/1/2022).

Ahmad pribadi telah merasakan bagaimana aturan dan alur karantina COVID-19 di Indonesia sepulang dari tanah suci. Ia pun membandingkan jamaah umrah dengan WNI dan baru pulang liburan dari luar negeri.

"Padahal jamaah umrah ini bukan orang-orang kaya yang jalan dari luar negeri. Bedakanlah karantina ini, gak bisa disamakan. Orang ibadah umrah ini orang miskin, bahkan banyak orang datang dari kampung," kritik Ahmad.

Kala menjalani rujukan di Wisma Atlet, Ahmad mengaku bertemu dengan berbagai orang dari sejumlah latar belakang. Mulai dari orang Indonesia yang baru pulang pelesir ke luar negeri, anak-anak, pekerja pabrik hingga pekerja dunia hiburan malam.

"Di sini ternyata tak hanya penampungan dari luar negeri, tapi semua yang positif ter-screening dari mana saja. Saya ketemu orang-orang dari pabrik, keluarga bareng anak-anaknya juga ada. Banyak orang-orang celana pendek bertato pekerja kafe kena di sini. Bagaimana kita orang-orang umrah?" sambungnya.

Merujuk pada hal tersebut, Ahmad ingin agar ada tempat karantina khusus seperti Wisma Atlet yang dikhususkan untuk jamaah umrah saja. Selain meminimalisir kontak, juga memberi rasa aman lebih bagi para jamaah.

"Kalau harus karantina ada hotel khusus yang kerjasama dengan Pemerintah, Kemenag dan asosiasi untuk isoman kedatangan dari Saudi khusus untuk jamaah umrah. Biar tidak bercampur-aduk, jamaah umrah itu prokes banget," tutur Ahmad.

Selama melakukan ritual ke Tanah Suci, Ahmad mengaku telah melakukan tes PCR COVID-19 sebanyak 5 kali dari Arab Saudi hingga kembalinya di Indonesia.

"Saya menyuarakan ini bukan untuk saya sendiri. Saya sebagai warga negara juga wajib kritis," pungkasnya.



Simak Video "Unik dan Megah! Kapal Pesiar Kura-kura Akan Dibangun Arab Saudi"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA