Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 26 Jan 2022 12:45 WIB

TRAVEL NEWS

Traveler Keluhkan 'Selamat Datang' di Gerbang Geopark Ciletuh Seuprit

Syahdan Alamsyah
detikTravel
Tulisan Selamat Datang di Gerbang Geopark Ciletuh
Tulisan 'Selamat Datang' di Gerbang Geopark Ciletuh (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Tulisan 'Selamat Datang' di Gerbang Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi yang berada di ruas jalan Palabuhanratu membuat pengendara mengernyitkan dahi.

Selain huruf berukuran kecil, warna kuning huruf juga membuat tulisan tidak terlihat karena latar belakang besi penyangga yang berwarna putih. Sejumlah pengendara mengaku heran dengan kondisi tersebut.

"Tidak terlihat, jadi hanya seperti menggambarkan besi putih melintang dengan dua bangunan mirip leuit (tempat penyimpanan padi) di kanan dan kiri. Sementara tulisan 'Selamat Datang' tidak terlihat, cuma seuprit," kata Dedi Heryadi, warga Palabuhanratu kepada detikcom, Rabu (26/1/2022).

Padahal, menurut Dedi, gerbang masuk harusnya bisa menggambarkan secara keseluruhan kawasan yang akan dimasuki. "Kalau memang tujuannya gerbang ini untuk gerbang penyambutan kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu harusnya dibuat lebih mencolok dan terlihat. Jadi kesannya nggak niat nyambut tamu kalau font saja tidak kelihatan," kata dia.

Tulisan 'Selamat Datang' di Gerbang Geopark CiletuhTulisan 'Selamat Datang' di Gerbang Geopark Ciletuh Foto: (Syahdan Alamsyah/detikcom)

Pantauan detikcom, tidak hanya di bagian tulisan 'Selamat Datang', pada bagian lainnya tulisan 'Selamat Jalan' juga berukuran dan berwarna sama. Warga lainnya, Nanang, berharap Gerbang Geopark bisa dibuat lebih megah dan bisa membuat bangga warga yang tinggal di kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

"Harusnya bisa lebih megah, karena saat dibangun tidak sedikit juga yang menunggu selesai. Setelah selesai saya pikir biasa saja, harusnya dibuat lebih bagus lagi. Belum lagi di dekat gerbang itu ada bukit yang kondisinya mirip lokasi tambang, harusnya dibuat rapi lagi," kata Nanang.

detikcom mencoba menghubungi Kepala Dinas Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi Lukman untuk menanyakan soal kondisi gerbang yang dikritik warga. Namun hingga saat ini Lukman belum merespon pertanyaan detikcom.

Informasi diperoleh detikcom, gerbang tersebut digadang-gadang untuk menyambut penilaian (ulang) oleh UNESCO untuk kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu karena gerbang merupakan syarat untuk menambah penilaian nantinya.



Simak Video "Lahan Sawit Disulap Jadi Agrowisata dan Edukasi"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA