Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 27 Jan 2022 05:17 WIB

TRAVEL NEWS

Erdogan Berencana Ganti Nama Negara Turki

Tim detikcom
detikTravel
The full moon rises behind the Byzantine-era Hagia Sophia in the historic Sultanahmet district of Istanbul, early Tuesday, Sept. 1, 2020. Worshipers held the first Muslim prayers in 86 years inside the Istanbul landmark that served as one of Christendoms most significant cathedrals, a mosque and a museum before its conversion back into a Muslim place of worship on July 24, 2020. The conversion of the edifice, has led to an international outcry. (AP Photo/Emrah Gurel)
Islutrasi Turki (AP/Emrah Gurel)
Jakarta -

Presiden Recep Tayyip Erdogan berencana mengubah nama resmi Turki. Apa nama barunya nanti?

Presiden Erdogan mengatakan nama negeri itu akan berubah menjadi "Turkiye". Dia menyebutkan alasannya.

"Kata Turkiye mewakili dan mengekspresikan budaya, peradaban, dan nilai-nilai bangsa Turki dengan cara terbaik," kata Erdogan pekan lalu dikutip Middle East Monitor, Selasa (25/1/2022).

"Dalam rangka memperkuat nama Turkiye, dalam segala jenis kegiatan dan surat menyurat, terutama dalam hubungan resmi dengan negara lain dan lembaga dan organisasi internasional, istilah Turkiye akan digunakan sebagai pengganti istilah seperti 'Turki', 'Turkei', 'Turquie' dan seterusnya," dia menambahkan.

Turki, tambahnya, harus menjadi merek negara tersebut di kancah internasional. Namun, belum tahu kapan tepatnya perubahan nama diresmikan.

Seorang pejabat senior pemerintah juga membenarkan rencana itu. Dia bilang proses masih berlangsung.

"Waktu yang tepat untuk perubahan nama masih dalam pertimbangan pemerintah," katanya dimuat Greek Reporter.

Wacana penggantian ini sebenarnya telah muncul sejak lama. Erdogan berpandangan bahwa nama 'Turkey' yang dikenal dalam Bahasa Inggris sama dengan arti kalkun.

Bahkan, menurut Kamus Cambridge, Turkey didefinisikan sebagai "sesuatu yang gagal" atau "orang yang bodoh atau konyol."

Kini, Erdogan menghadapi tekanan akibat krisis ekonomi di negara itu. Inflasi Turki mencapai level tertinggi selama dua dekade, melonjak hingga 36% awal bulan.

Para ahli bahkan meramalkan inflasi bisa menembus 50%. Harga makanan dan minuman naik vampir 44% setiap tahun.

Lira Turki juga makin terpuruk terhadap dolar AS, bahkan longsor 44% di tahun lalu. Situasi ekonomi itu disebut akibat kebijakan pemotongan suku bunga tak lazim yang didesak Erdogan.

Sebelumnya, wacana perubahan nama itu telah lebih dulu muncul pekan lalu lewat video promosi bertajuk 'Turkiye' dengan tone wisata. Hanya butuh waktu sepekan, hingga wacana itu terealisasi.



Simak Video "Erdogan Mengecam Finlandia dan Swedia yang Masuk NATO"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA