Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 27 Jan 2022 11:40 WIB

TRAVEL NEWS

Sejarah Bandara Sentani: Dibuat Jepang, Direbut AS, Dikuasai Belanda

Hari Suroto
detikTravel
Bandara Sentani
Foto: Bandara Sentani (dok. Angkasa Pura I)
Jayapura -

Bandara Sentani merupakan pintu gerbang udara utama Papua. Sejarahnya, bandara ini dibuat oleh Jepang, kemudian direbut Amerika Serikat, lalu dikuasai Belanda.

Bandara Sentani terletak di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Bandara ini terletak di tepi Danau Sentani dan melayani penerbangan menuju ke kota-kota besar di Indonesia.

Bandara Sentani juga menjadi homebase maskapai penerbangan perintis ke pedalaman Papua. Dalam sejarahnya, Bandara Sentani berawal dari lapangan terbang militer Jepang yang dibuat pada Perang Dunia II atau Perang Pasifik.

Pasukan Jepang pada waktu itu menempatkan 139 pesawat pengebom dan 125 pesawat tempur di lapangan terbang Sentani. Pesawat-pesawat Jepang ini dibariskan berjajar dengan ujung-ujung sayap berdekatan.

Lapangan terbang Sentani berhasil direbut oleh pasukan Sekutu di bawah komando Jenderal Douglas Mac Arthur pada 22 April 1944. Pada pertempuran ini, pesawat tempur Amerika berhasil menghancurkan 199 pesawat Jepang yang terparkir di landasan tersebut.

Amerika hanya kehilangan empat pesawat tempurnya. Oleh Jepang, sisa pesawat yang selamat diterbangkan ke lapangan terbang Pulau Wakde, Sarmi.

Keberhasilan ini dirayakan ala Sekutu, Jenderal Mac Arthur dan para pasukan Amerika yaitu minum es krim dan coca cola. Sedangkan pasukan Australia, Inggris dan Belanda merayakannya dengan minum bir.

Setelah lapangan terbang itu berhasil dikuasai, Mac Arthur menugaskan insinyur teknik untuk mengecek permukaan lapangan terbang bandara Sentani yang ditinggalkan Jepang.

Mereka sangat kecewa, karena Jepang membuat landasan terbang dalam waktu singkat di lahan rawa sagu, dan hanya dikhususkan untuk pesawat Zero milik Jepang yang memiliki berat sekitar 2,7 ton.

Oleh Jepang, lapangan terbang bandara Sentani dibuat dengan cara dikeringkan secara buruk dan sulit bagi pesawat pengebom bermuatan penuh untuk tidak mengenai perbukitan Cycloops pada saat lepas landas.

Para insinyur Amerika lalu ditugaskan untuk membuat landasan baru di areal bekas lapangan terbang Jepang. Landasan baru ini harus lebih baik dan mampu dipergunakan oleh pesawat Amerika yang beratnya sepuluh kali lipat pesawat Zero Jepang.

Landasan ini diperkeras dan dibuat lebih luas agar bisa didarati oleh pesawat pengebom berbadan panjang B29 Superfortress.

Setelah Perang Pasifik, lapangan terbang Sentani dikuasai Belanda hingga 1962. Lapangan terbang ini oleh Belanda dipergunakan sebagai lapangan terbang pesawat komersil maupun pesawat tempur.

Setelah Belanda meninggalkan Papua, pemerintah Indonesia mengelola bandara Sentani. Landasan terbang diperpanjang serta dibuat fasilitas-fasilitas pendukung bandara.


---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Ini Deretan Bandara di Indonesia yang Mati Suri"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA