Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 20 Feb 2022 12:48 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Andong Malioboro, Ikon Wisata yang Dulu Sempat Ilegal

Kusir andong profesi yang telah diturunkan dari generasi ke genarasi
Foto: detik
Yogyakarta -

Andong menjadi salah satu ikon pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Siapa sangka dulunya keberadaan andong harus kucing-kucingan dengan petugas di Malioboro. Bagaimana ceritanya?

"Dulunya itu kucing-kucingan, kalau dari cerita orang tua. Dulu di Malioboro itu istilahnya tidak boleh, diusir sama petugas, kasarannya sekarang disebut Satpol PP," ucap salah satu kusir andong, Suhardiman (46), saat ditemui di Kampung Kenalan, Pedukuhan Nglaren, Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Jumat (18/2/2022).

Kucing-kucingan, kata bapak satu anak ini, seperti andong tidak boleh berhenti dalam waktu yang lama di sepanjang Jalan Malioboro. Sehingga andong-andong hanya bisa sebatas melintas saja dan itu pun harus menghindari petugas.

"Jadi kalau petugas dari utara kita masuk Jalan Sosrowijayan atau Dagen dan nanti balik lagi, itu hanya lewat, tidak bisa ngetem (mangkal)," ucapnya.

Namun, seiring berjalannya waktu akhirnya keberadaan andong di Malioboro mendapat lampu hijau. Bahkan, hingga saat ini keberadaan andong menjadi salah satu ikon wisata di DIY.

Kusir pakai surjan-blangkon

Menyoal penggunaan surjan hingga blangkon untuk kusir andong di DIY, dia mengaku karena lokasi mangkal andong berada dekat dengan Keraton Yogyakarta. Menurutnya, sebagian besar kusir mulai menggunakan surjan baru pada tahun 1990-an.

"Kalau saya lihat pribadi karena dekat dengan keraton, dan di keraton wajib blangkon, surjan. Kalau jarik kan tidak mungkin karena kita butuh gerak cepat kan kalau ada apa-apa dengan kudanya," ucapnya.

"Dari tahun 80-an belum surjan semua, tapi surjan lurik peranakan ada yang pakai. Terus wajib pakai surjan batik belum lama, tapi banyak yang bandel juga karena hanya punya surjan lurik, baru tahun 90-an itu mulai surjanan semua," imbuh Suhardiman.

Tarif andong

Pria yang memiliki 2 ekor kuda ini juga menceritakan soal tarif menyewa andong untuk berjalan-jalan di kawasan Malioboro. Menurutnya, jika saat berangkat dari rumah ke Malioboro ada yang ingin menumpang andongnya tidak dikenakan biaya.

"Kalau saya pribadi pas berangkat di tengah jalan ada yang nyegat mau ke Malioboro boleh tidak saya tarik biaya, begitu pula kalau saya pulang. Kecuali kalau sudah ngetem di Malioboro beda lagi," ucapnya.

Suhardiman biasanya berangkat ke Malioboro pagi hari. Sedangkan perjalanan ke Malioboro memakan waktu 1,5 jam karena kuda miliknya sudah dimakan usia.

"Biasanya berangkat dari sini ke Malioboro sekitar 1 jam, kalau saya 1,5 jam karena menyesuaikan kemampuan kuda juga," ujarnya.

Menyoal biaya sewa jasa andong di Malioboro, dia menyebut mencapai ratusan ribu rupiah. Sementara kalau berkeliling hingga kompleks Keraton biasanya dikenakan tarif Rp 150 ribu.

"Kalau muter-muter Malioboro Rp 100 ribu per andong, kapasitas bisa 5-6 orang. Alun-alun Keraton Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu, tergantung situasinya, macet dan tidaknya," katanya.

Suhardiman juga mengungkapkan jenis kuda apa yang boleh untuk menarik andong di Malioboro. Menurutnya, kuda yang boleh untuk diajak bekerja berusia sekitar 2 tahun.

"Usia matang untuk belajar narik andong 1 tahun sudah belajar, belajarnya sebulan 2 kali. Belajarnya narik andong kosongan. Kalau sudah hafal kendalinya umur 2 tahun ke Malioboro seminggu sekali, itu masih dalam rangka latihan. Di Malioboro narik bisa, tapi paling hanya sekali saja terus istirahat dan terus pulang," ujarnya.

"Kalau kuda yang sudah siap betul biasanya umur 2,5 tahun. Untuk sampai kapan kuda bisa kuat narik itu tergantung perawatan. Punya bapak saya itu umur 23 tahun masih kuat narik sampai saat ini," imbuh Suhardiman.

Artikel ini telah tayang di detikJateng. Simak berita lainnya dari Jawa Tengah dan Yogyakarta di sini.



Simak Video "Mahasiswa UGM Bakar Jaket Almamater di Demo Kenaikan Harga BBM"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA