Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 23 Feb 2022 14:45 WIB

TRAVEL NEWS

Rawan Kecelakaan, Akses Jalan ke Kawasan Borobudur Highland Akan Diperlebar

Borobudur Highland
Ilustrasi Borobudur Highland (: dok. Badan Otorita Borobudur)
Kulon Progo -

Jalan menuju area wisata Borobudur Highland, Zona Otorita, Badan Otorita Borobudur (BOB) dari arah Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang selama ini sempit dan rawan kecelakaan bakal diperlebar. Pelebaran jalan itu ditargetkan bisa mulai digarap tahun ini.

Pelebaran jalan ini dilakukan dari ruas Pasar Plono, Pagerharjo, Samigaluh hingga masuk wilayah Zona Otorita termasuk di antaranya Objek Wisata Kebun Teh Nglinggo. Jika ditotal jaraknya mencapai 3,2 km.

Jalan itu akan diperlebar menjadi 8 meter, dengan ketentuan lebar badan jalan 6 meter dan total bahu jalan 2 meter. Sebelumnya, lebar jalan tidak sampai 6 meter.

Adapun proses pelebaran jalan termasuk di antaranya pengaspalan ulang dan pelandaian itu bakal dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggandeng sejumlah pihak, salah satunya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah DIY.

"Di 2022 ini kita ditargetkan untuk aksesibilitas, dari Pasar Plono sampai Nglinggo dan ini sedang proses di temen-temen PUPR. Nah tahun lalu PUPR sudah melakukan desain. Selain dilebarkan beberapa titik akan dilakukan pelandaian yang sekarang sedang diproses oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah DIY. Harapannya di 2022 aksesibilitas sudah bisa dilaksanakan," ucap Direktur Destinasi Pariwisata BOB, Agustin Peranginangin, saat ditemui wartawan di Kulon Progo, Selasa (22/2/2022).

Agustin mengatakan pelaksanaan perbaikan ruas Pasar Plono - Nglinggo, juga termasuk dalam pembangunan jembatan otorita sepanjang 54 meter. Selain itu perbaikan ini juga menyasar jalan-jalan di dalam area zona otorita.

Pihaknya mencatat panjang jalan di dalam zona otorita yang rencananya ikut diperbaiki mencapai 5,8 km. Adapun yang dapat bantuan dari PU dalam tahap awal perbaikan khusus jalan di dalam zona nantinya mencapai 2,7 km.

"Yang dibantu PUPR dalam tahap awal 2,7 km. Jadi kalau ditotal perbaikan di awal termasuk dengan yang ruas Plono-Nglinggo (3,2 km) maka bisa sampai 6 km," ujarnya.

Agustin mengatakan proses pelebaran ini bakal diawali dengan pembebasan lahan. Terkait hal ini, ia menyebut bahwa PUPR sedang melakukan pemetaan lokasi pembebasan jalan untuk kemudian dilakukan komunikasi dengan warga terdampak.

"Nantinya tentu ada pembebasan lahan di beberapa titik, karena sekarang kan jalannya cukup sempit karena milik kabupaten, jadi Beberapa pengkolan ada pembebasan. Nah sekarang sedang dipetakan teman-teman PUPR dan akan dikomunikasikan dengan masyarakat," ucapnya.

Agustin mengatakan bahwa jalan dari Pasar Plono menuju kawasan zona otorita BOB sudah saatnya dilebarkan. Selama ini jalan tersebut dinilai kurang layak, karena sempit dan banyak tikungan tajam, sehingga riskan menimbulkan kecelakaan. Dengan pelebaran ini juga, diharapkan bisa memudahkan aksesibilitas masyarakat yang ingin berwisata di zona otorita.

"Beberapa titik sebenarnya sudah bagus, tapi ada yang masih sempit gitu," ujarnya.

Bersamaan dengan perbaikan akses jalan, BOB kata Agustin akan kembali memulai penataan wisata di dalam zona otorita. Ada tambahan atraksi wisata berbasis alam, di antaranya pembangunan trek lari dan sepeda.

"Paralel dengan itu bagian dalam kawasan akan disentuh dengan (peralatan) ringan. karena alat berat belum bisa masuk. Nah kita kembangkan atraksi berbasis alam, berupa lari dan sepeda yang sudah diinisiasi di 2020. Bersama teman-teman komunitas kita akan adakan lagi downhill hingga trail run, jadi semacam forest run gitu," ujarnya.

Agustin berharap proses perbaikan aksesibilitas dan penataan infrastruktur dasar di zona otorita bisa selesai paling lambat 2023. Ini karena PLN sudah menyatakan siap membangun jaringan listrik di sekitar lokasi, tetapi masih menunggu rampungnya pelebaran jalan. Kemudian disusul kesiapan penyedia jaringan telekomunikasi di area tersebut.

"Harapan kami 2022-2023 selesai aksesibilitas dan infrastruktur dasar. Dari PLN sudah siap narik jaringan, tapi masih nunggu perbaikan jalan, karena kalau pasang tiangnya sekarang, sementara jalan belum jadi ya malah riskan dibongkar lagi. Terus kalau Telkom sudah mulai masuk juga, dan segera saat operasional dimulai, jaringan bisa dinikmati di zona otorita ini," pungkasnya.

---

Artikel ini telah tayang di detikJateng.



Simak Video "Serunya Wisata Sambil Belajar Ramuan Tradisional di Taman Jamu"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA