Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 24 Feb 2022 07:12 WIB

TRAVEL NEWS

Berlaku 1 Maret, Uni Eropa Buka Pintu untuk Turis Bervaksin Sinovac

Restaurant tables lining the beautiful canals of Amsterdam under blue skies during springtime, Netherlands
Ilustrasi Amsterdam di Eropa (Getty Images/iStockphoto/jenifoto)
Amsterdam -

Dulu, turis dengan vaksin Sinovac ditentang oleh banyak negara Uni Eropa. Kini, per 1 Maret, turis bervaksin Sinovac akhirnya diizinkan masuk.

Per hari Selasa (22/2), negara-negara Uni Eropa sepakat untuk membuka perbatasan bagi para turis dari luar wilayah yang telah disuntik vaksin Covid-19 yang disahkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO seperti dikutip detikTravel dari Reuters, Rabu (23/2/2022).

Vaksin yang telah diakui di Uni Eropa adalah produksi Pfizer-BionTech, Moderna, AstraZeneca (bila diproduksi di Eropa), Johnson & Johnson dan Novavax. Tetapi, WHO, selain vaksin-vaksin tersebut, juga menyetujui vaksin produksi Sinopharm dan Sinovac serta vaksin buatan India Bharat Biotech.

Sebelumnya, beberapa negara Uni Eropa membatasi pengguna vaksin India dan China termasuk vaksin Sinovac, untuk masuk ke wilayah ini.

Hingga kini sebagian besar negara di Uni Eropa belum menerima turis penerima vaksin China dan India, dari luar wilayah mereka untuk alasan yang tidak penting.

"Negara-negara anggota Uni Eropa harus mencabut pembatasan sementara pada perjalanan tidak penting untuk orang-orang yang divaksinasi dengan vaksin yang disetujui Uni Eropa atau WHO," menurut sebuah rekomendasi yang diadopsi pada hari Selasa. Rekomendasi ini akan berlaku mulai 1 Maret.

Pembatasan akan dicabut untuk pelancong yang menerima dosis terakhir dari siklus vaksinasi utama setidaknya 14 hari dan tidak lebih dari 270 hari sebelum kedatangan. Wisatawan yang mendapat rekomendasi juga akan diterima.

Negara-negara Uni Eropa menyetujui pula mencabut pembatasan sementara pada perjalanan yang tidak penting bagi orang-orang yang telah pulih dari COVID-19 dalam waktu 180 hari sebelum bepergian ke sana.

Untuk orang yang diinokulasi dengan vaksin yang disetujui WHO, negara bagian Uni Eropa dapat mewajibkan tes PCR negatif yang dilakukan paling cepat 72 jam sebelum keberangkatan. Negara-negara ini dapat menerapkan tindakan tambahan seperti karantina atau isolasi.



Simak Video "Ukraina Resmi Jadi Kandidat Uni Eropa, Zelenskyy Sambut Gembira "
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA