Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 27 Feb 2022 15:45 WIB

TRAVEL NEWS

Plis Banget, Jangan Pilih Lantai Atas Saat Menginap di Hotel

bonauli
detikTravel
Ilustrasi hotel
Ilustrasi hotel (Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Staycation menjadi salah satu tren di tengah pandemi. Kamar dengan pemandangan terbilang lebih laku, padahal kamar di bawah lebih menguntungkan.

Pemandangan dari kamar hotel menjadi hal yang dicari oleh traveler. Entah pemandangan kota atau alam, biasanya semakin ke atas akan semakin indah. Tapi ternyata, kamu harus lebih berhati-hati

Seorang ahli ahli risiko perjalanan sekaligus CEO TRIP Group (The Travel Risk & Incident Prevention), Lloyd Figgins, mengatakan bahwa salah satu hal yang jarang diperhatikan saat menginap di hotel adalah potensi kebakaran.

"Hal terbesar yang sering diabaikan adalah risiko kebakaran," ujarnya, seperti dikutip The Sun.

Figgins menambahkan, ketika tiba di hotel, kita berada di sebuah bangunan yang lingkungannya belum dikenal dengan baik.

Maka, ketika kebakaran terjadi, kita belum tentu tahu di mana letak pintu keluar darurat, bagaimana cara keluar yang aman, dan alternatif jika pintu keluar darurat itu tak bisa digunakan.

Sehingga kamar yang tidak terlalu tinggi akan meminimalisir kepanikan dan risiko dalam keadaan darurat.

"Pastikan lebih memilih antara lantai dua hingga empat hotel, karena tangga para pemadam kebakaran jarang bisa mencapai lantai di atas itu," ungkapnya.

Figgins menyarankan untuk selalu menghitung jumlah kamar yang berada di antara kamar kita dan tangga darurat. Dengan demikian, saat situasi darurat terjadi, kita sudah tahu perkiraan jarak dari kamar ke tangga darurat.

Tapi bukan berarti kamar dekat lobby paling aman. Justru jangan pesan kamar yang berada di bawah lantai dua. Karena rentan menjadi sasaran pencuri.

"Mereka (pencuri) menargetkan orang yang check-in sendirian. Mereka akan mendengar letak kamar tamu yang disebut resepsionis, misalnya kamar 301," ungkap Figgins.

"Ketika mereka melihat tamu tersebut berada di bar atau restoran, mereka akan tahu bahwa kamarnya kosong dan aksinya cenderung tidak akan terganggu," lanjutnya.

Figgins menambahkan, dalam beberapa kasus, pencuri juga memiliki akses masuk ke kamar melalui orang dalam hotel, sehingga aksinya tak terganggu seperti melalui staf kebersihan.

Sedangkan bagi tamu yang khawatir kamarnya dimasuki pencuri saat sedang berada di dalam, kamu bisa membawa pengganjal pintu atau door wedge saat bepergian.

"Sekalipun kita ada di dalam dan pencuri itu punya kunci cadangan untuk membobol kamar kita, pengganjal itu akan menghentikannya," pungkasnya.



Simak Video "Ganasnya Si Jago Merah Lahap 40 Kamar Hotel di Gili Trawangan"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA