Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 28 Feb 2022 22:41 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Sejarah Istana Mini Banda Neira yang Bakal Jadi Istana Baru Jokowi

Istana Mini Banda Neira
Istana Mini Banda Neira Foto: (Syanti/detikTravel)
Jakarta -

Pemprov Maluku akan merenovasi Istana Mini di Banda Neira dan akan ditetapkan sebagai istana Presiden Republik Indonesia. Bagaimana sejarah istana ini?

Istana Mini didirikan oleh Belanda pada sekitar tahun 1622 dan difungsikan sebagai tempat tinggal pejabat VOC. Bangunan ini sangat mirip dengan Istana Negara di Bogor, namun ukurannya lebih kecil. Karena itu disebut sebagai Istana Mini.

Gedung ini pernah digunakan Jan Pieter San Coen yang ditugaskan Kerajaan Belanda untuk mengatur dan mengurusi perdagangan di Kepulauan Banda.

Mengutip situs Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Istana Mini merupakan salah satu bangunan di tua Kabupaten Kepulauan Yapen yang berjarak sekitar 500 meter di sebelah utara Benteng Belgica. Selain itu, bangunan tersebut juga berdekatan letaknya dengan Pantai Tita Baru.

Istana Mini dikelilingi oleh pagar tembok berukuran 85 meter x 90 meter. Secara garis besar Istana Mini dibagi menjadi dua, yaitu bangunan induk dan bangunan sayap.

Bagian depan berbentuk seperti teras terbuka yang letaknya agak tinggi. Dilihat dari fasad, terdapat empat tiang semu dan empat tiang utama bergaya Eropa lama yang menyangga bagian atap.

Pada bagian tengah bangunan diapit oleh masing-masing dua kamar di sisi kiri dan kanan. Keeempat kamar tersebut memiliki ukuran sekitar 5,90 meter x 7,40 meter.

Pada salah satu jendela kaca di bagian tengah bangunan utama yang menghadap ke halaman terdapat goresan tulisan berbahasa Perancis. Berikut alih aksara tulisan tersebut:

Quand viendra t`ill le temps que formera mon bonheur?
Quand frappera la cloche qui va sonner l`heure
Le moment que je reverai les bords de ma Patrie
Le soin de ma famille que j`aime et que je benis?

Yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia:

Kapan tiba saatnya untuk kebahagiaanku?
Ketika lonceng menghantam waktu
Saat-saat ketika aku melihat lagi tanah airku
Jiwa keluargaku yang aku cintai dan berkati?

Pesan tersebut ditulis oleh Charles Rumpley pada tanggal 1 September 1831. Di dalam buku Ring of Fire: An Indonesian Odyssey karya Lawrence Blair dan Lorne Blair diungkapkan bahwa Charles Rumpley adalah gubernur Perancis terakhir yang ditugaskan di pulau tersebut. Sang gubernur sepertinya sudah rindu banget dengan tanah air dan keluarganya.

Mengutip Antara, Kepala Dinas Pariwisata Maluku, Marcus J Pattinama menyatakan restorasi Istana Mini di Banda Neira merupakan prioritas pembangunan pariwisata Maluku pada 2022.

Pemprov Maluku menginginkan cagar budaya tersebut bisa menjadi istana presiden seperti Istana Bogor, di Indonesia timur.

"Saat ini sedang dilakukan DED (Design Engineering Detail-Red.) untuk istana mini di Banda dan akan ditetapkan sebagai istana Presiden Republik Indonesia atau istana negara," kata Marcus di Saumlaki, seperti dikutip dari Antara.

Marcus menjelaskan bahwa Gubernur Maluku Murad Ismail telah memerintahkannya untuk mengajukan surat permohonan kepada Presiden Joko Widodo pada tahun 2020 dan telah disetujui bahwa Istana Mini Banda akan menjadi Istana Kepresidenan.

Marcus mengatakan restorasi istana mini Banda merupakan salah satu hasil rapat koordinasi pembangunan pariwisata Maluku tahun 2022 yang digelar di kota Saumlaki, 25-26 Februari 2022. Restorasi Istana Mini akan memperhatikan unsur keasliannya.



Simak Video "Momen Jokowi dan 7 Ketum Parpol Jalan Bareng Sebelum Pelantikan Menteri-Wamen"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA