Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 06 Mar 2022 19:50 WIB

TRAVEL NEWS

Kini Puntung Rokok Pendaki Gunung Merbabu juga Diperiksa!

Ragil Ajiyanto
detikTravel
penyebab payudara mengendur
Ilustrasi rokok (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Pengelola Gunung Merbabu semakin memperketat akan aturan sampah bagi pendaki. Kini, puntung rokok pun dihitung.

Tumpukan sampah di Pos 2 jalur Suwanting Gunung Merbabu viral di media sosial beberapa hari lalu. Agar kejadian itu tak terulang, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) mengecek sampah para pendaki.

Seperti terlihat di pintu pendakian jalur Selo, Boyolali, atau di kantor Resort Selo BTNGMb. Semua barang bawaan pendaki dicek dan dihitung ulang, termasuk sampah-sampahnya saat tiba di pos pintu jalur pendakian. Bahkan, sampah berupa puntung rokok pun juga dihitung satu per satu.

"Pendaki sebelum berangkat kita ceklist sampahnya. Kita periksa satu-satu sampahnya, dia bawa sampah apa saja, itu semua kita catat. Nanti begitu turun kita cocokkan. Sampah yang dibawa turun cocok nggak waktu dibawa naik. Kalau nggak cocok kita kasih sanksi," kata Kepala Resort Selo BTNGMB, Sutopo Yuwono, kepada detikJateng Minggu (6/3/2022).

Di pos tersebut, semua pendaki yang akan naik ke Merbabu mesti melalui proses administrasi. Sebelum naik, seluruh barang bawaan setiap pendaki diperiksa dan dicatat. Hal itu untuk memastikan kelengkapan peralatan yang dibawa pendaki, termasuk logistik dan potensi sampah yang ditimbulkan.

Relawan dan petugas mengecek sampah pendaki yang turun dan sampai di Pos pintu pendakian SeloRelawan dan petugas mengecek sampah pendaki yang turun dan sampai di Pos pintu pendakian Selo (Foto: Ragil Ajiyanto/detikJateng)

Pendaki juga diminta membawa seluruh sampahnya turun. Termasuk barang-barang kecil, seperti puntung rokok, bungkes permen dan kertas tisu.

"Apa yang dibawa naik, harus dibawa turun. Semua harus dibawa turun, sekecil apapun semua kita cek. Mulai dari rokok, sampai plastik mie instan, madu, permen, kita cek," ujar Sutopo.

Pantauan detikJateng di Pos Resort Selo, sekelompok pendaki yang baru turun langsung mengumpulkan sampah mereka di atas satu alas. Petugas kemudian mulai mengitung satu-persatu item sampah itu, dicocokkan dengan daftar bawaan mereka saat hendak naik.

Misalnya, mi instan. Saat naik mereka membawa berapa bungkus. Setelah turun dihitung lagi berapa bungkus yang tersisa. Mi instan yang belum dikonsumsi itu kemudian dijumlahkan dengan sampah plastik mi yang mereka bawa turun, jumlahnya harus sama dengan daftar bawaan sebelum mendaki.

Begitu juga dengan plastik bekas bungkus madu, tisu bekas, botol air, hingga puntung rokok pun dihitung. Jika, ada yang kurang maka pendaki akan diberi sanksi berupa pembelian kantong plastik sampah.

Menurut Sutopo, pihaknya sudah menyiapkan tempat sampah untuk pengelolaannya. Sampah-sampah pendaki itu akan dipilah-pilah. "Kita harapkan nggak ada sampah diatas (Merbabu)," tandasnya.

***

Artikel ini telah tayang di detikJateng. Untuk informasi dan berita seputar Semarang, Yogyakarta, dan daerah-daerah lain di Jateng, klik di sini.



Simak Video "Viral Tumpukan Sampah di Merbabu, Sampah Para Pendaki Gunung Diperiksa"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA