Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 07 Mar 2022 09:40 WIB

TRAVEL NEWS

Kenapa Pilot Ogah Terbang Lewat Tibet, Nasib Kolam Renang Yuli's

Tim detikcom
detikTravel
Kolam renang Yulis yang legendari kini miris.
Foto: Kolam renang Yuli's (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta -

Tibet ternyata sangat dihindari pilot ketika menerbangkan pesawat. Rupanya ada 3 alasan pilot melakukan hal tersebut. Apa saja ya?

Berita terpopuler detikTravel, Minggu (6/3) kemarin adalah soal Tibet yang dikenal memiliki kondisi geografis ekstrem. Daerah yang menjadi bagian China itu berada di dataran tinggi dan dikelilingi pegunungan. Ketinggian rata-rata di sana adalah 4.500 meter.

Populasi di Tibet juga rendah. Wilayah ini hanya menyumbang sekitar 0,2 persen dari populasi China. Itu sebabnya, hanya sedikit penerbangan dari dan menuju ke Tibet.

Meskipun begitu, Tibet tetap memiliki bandara internasional di Lhasa dan Xining. Banyak juga penerbangan yang beroperasi ke China dan daerah sekitarnya.

Akan tetapi maskapai penerbangan yang terbang ke atau dari tujuan lain akan sepenuhnya menghindari wilayah Tibet. Padahal jika dilihatrutenya akan lebih cepat bilamelewatinya.

Dilansir dari Simpleflying, berikut tiga alasan pilot tidak terbang melewati Tibet:

1. Tidak dapat turun ke ketinggian yang aman saat keadaan darurat

Alasan utama pesawat menghindari Tibet adalah ketinggian rata-rata yang tinggi. Itu lebih dari 14.000 kaki.

Pesawat memang terbang lebih tinggi dari itu. Akan tetapi dalam prosedur keadaan darurat, misalnya penurunan tekanan kabin, pesawat harus turun ke ketinggian 10.000 kaki sebelum menuju bandara terdekat.

Dengan kondisi medan Tibet yang tinggi, pesawat tidak akan punya cukup waktu untuk turun. Pesawat memang dilengkapi pasokan oksigen tetapi jumlahnya terbatas dan hanya cukup digunakan dengan asumsi pesawat cepat mencapai ketinggian aman.

Kondisi makin buruk karena hanya ada sedikit bandara di Tibet. Sehingga penerbangan akan semakin panjang di kondisi darurat.

2. Risiko turbulensi

Turbulensi selama penerbangan disebabkan oleh arus udara yang bergerak naik turun dalam riak dan kecepatan yang berbeda.

Hal ini terjadi karena beberapa faktor, termasuk efek panas matahari, kondisi cuaca, dan pegunungan.

Arus udara akan naik di atas pegunungan dan menciptakan arus yang mengganggu.

Turbulensi memang bisa terjadi di rute manapun. Namun potensi turbulensi semakin besar di wilayah pegunungan yang tinggi seperti Tibet.

3. Resiko bahan bakar membeku

Alasan ketiga adalah kekhawatiran pilot dengan pembekuan bahan bakar. Seperti kita tahu, Tibet memiliki pegunungan yang suhunya lebih rendah.

Bahan bakar standar Jet A1 memiliki titik beku -47 derajat Celcius. Sedangkan bahan bakar Jet A yang umumnya digunakan maskapai Amerika Serikat sedikit lebih tinggi yakni -40 derajat.

Suhu itu memang jarang tercapai tetapi pada ketinggian di atas pegunungan yang sudah dingin, ada peningkatan risiko ini. Apalagi bila pesawat melakukan penerbangan panjang yang berkelanjutan di wilayah tersebut.

Selain berita itu, berita terpopuler detikTravel juga menampilkan tentang , kolam renang Yuli's alias Yuli's Swimming Pool di kota Bandung yang dulu sempat jaya namun sekarang terbengkalai.

Berikut Daftar Berita Terpopuler detikTravel Minggu 6 Maret 2022:

1. Terbengkalai Tak Terawat, Kolam Renang Yuli's Nasibmu Kini...
2. Mengapa Pesawat Tidak Terbang Melewati Tibet?
3. Puncak Sudah Bersih dari Tukang Getok Harga?
4. Pelurusan Pengerahan ASN Buat Beli Tiket MotoGP Mandalika
5. Banyak Gajah Laut 'Mantai' di California, Pengunjung Jangan Dekat-dekat
6. Belum Sempat ke Bali? ke 'Pantai' di Tangerang Selatan Aja Dulu...
7. Nazi Membenci Kucing, Mengagungkan Babi dan Ulat Sutra
8. Ngopi di Atas Awan juga Bisa Dinikmati di Karawang
9. Alasan Pesawat Tak Terbang Lewat Tibet, Pesawat Terbesar di Dunia Hancur
10. Kini Puntung Rokok Pendaki Gunung Merbabu juga Diperiksa



Simak Video "Detik-detik Kecelakaan Tibet Airlines di China, Pesawat Terbakar Hebat"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA