Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 16 Mar 2022 18:36 WIB

TRAVEL NEWS

Soal Curhat Wisatawan Tamansari Keraton Jogja, Ini 9 Faktanya

Tim detikJateng
detikTravel
Wisatawan berfoto di halaman Tamansari Yogyakarta, Sabtu (26/6/2021). Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X menutup sementara wisata milik Keraton Yogyakarta antara lain Museum Kereta Keraton, Kompleks Pagelaran, Keben/Kompleks Kedhaton (Museum Keraton), Tamansari, serta Puralaya Imogiri dan Kotagede selama satu pekan mulai Sabtu (26/6) hingga Jumat (2/7) untuk menekan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa.
Foto: Tamansari Keraton (Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta -

Curhatan wisatawan Tamansari Keraton Jogja yang harus membayar Rp 250 ribu viral di media sosial. Hal ini karena wisatawan menggunakan kamera profesional.

Kabar ini pun viral di media sosial. Putri bungsu Sri Sultan HBX, GKR Bendara meminta maaf dan menjelaskan aturan berfoto di destinasi ini.

Berikut 9 fakta dari insiden viralnya curhat wisatawan dan sejarah seputar Tamansari :

1. Curhatan Diunggah di Grup Facebook

Sebuah akun facebook bernama @des**** mengunggah curhaan temannya yang keberatan diminta membayar sebesar Rp 250 ribu. Hal ini dikarenakan dia membawa kamera profesional ke Tamansari Keraton Jogja.

Pemilik akun tersebut menanyakan apa ada anggota di grup yang juga memiliki pengalaman yang sama. Dia pun berharap ada penjelasan dari pihak pengelola Tamansari.

Unggahan tersebut menuai respon beragam dari warganet. Ada yang menganggap bahwa tarif tersebut wajar, tapi ada juga yang mengatakan mahal.

2. Tanggapan Kepala Unit Pariwisata Tamansari

Kepala Unit Pariwisata Taman Sari, RM Bambang Prastari menanggapi unggahan viral tersebut. Dia mengatakan, sebaiknya wisatawan mengajukan izin terlebih dahulu.

Dia berpesan, wisatawan Tamansari jujur ketika membawa kamera profesional untuk sesi foto saat berada di loket. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman ketika pengunjung sudah masuk kawsan wisata Tamansari.

"Tanpa izin dari keraton, kita tidak akan menerima apapun itu kecuali foto prewedding yang bisa on site sama foto-foto yang tidak menyebabkan copyright. Karena Tamansari merupakan salah satu karya intelektual, maka copyright kita utamakan," katanya.

3. GKR Bendara Minta Maaf

Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Nityabudaya Keraton Jogja yang juga putri bungsu Sri Sultan HB X, GKR Bendara menyampaikan permintaan maaf.

"Pertama saya mohon maaf kalau ada pihak pengunjung kurang nyaman. Tapi ada hal-hal yang perlu diklarifikasi, dari awal sudah ada, tertera di situ, bahwa menggunakan kamera profesional untuk foto sesi apa pun ada biaya tertentu," kata GKR Bendara saat jumpa pers virtual, Senin (14/3/2022) malam.

4. Penjelasan GKR Bendara

GKR Benara menjelaskan aturan foto sesi. Sebelum membayar, wisatawan akan ditanya mengenai penggunaan kamera. Jika menggunakan kamera profesional atau sejenis DSL, maka akan ada biaya tambahan.

Informasi mengenai tarif pun sudah terpampang di pintu masuk. Ada pula yang terpasang di sampung kaca loket pembelian tiket. Tertulis pula tarif tiket domestik dan tiket internasional.

Jadi memang sudah ada aturannya dari dulu," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Wisatawan Bromo Ngaku Dipalak Oknum Ojek Kuda Gegara Merekam Tanpa Izin"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA