Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 24 Mar 2022 08:42 WIB

TRAVEL NEWS

Dubes Rusia: Tiada Masalah Besar Warga Kami di Bali

Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva
Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Jakarta -

Marak kabar turis Rusia yang berlibur di Bali mengalami kesulitan karena invasi negaranya ke Ukraina. Keadaan itu disanggah oleh duta besarnya.

Katanya, warga Rusia di Bali tidak mengalami masalah berarti. Jika memang ada yang mengalami kesulitan, pihak kedutaan akan segera membantu.

"Bagaimana kita menangani warga Rusia di Indonesia, sejauh ini kita tidak ada masalah besar dengan warga negara kita. Tentu kita akan membantu mereka jika ada masalah sebisa kita," kata Dubes Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, kepada wartawan di kediamannya di Jakarta, Rabu (23/3/2022).

"Tapi sejauh ini kami tidak begitu banyak menerima komplain," dia menambahkan.

Lyudmila mengatakan bahwa memang ada, namun belum diketahui jumlah pastinya, turis Rusia di Bali. Kedutaan hanya memberi arahan-arahan yang harus dilakukan selama berlibur.

"Kami memang memiliki warga negara yang ada di Bali. Kami memberikan mereka sejumlah rekomendasi apa yang harus dilakukan," kata dia.

Dalam artikel sebelumnya, nasib turis di Bali digambarkan begitu menyedihkan. Mereka dikabarkan kesulitan menarik uang di masa krisis ini.

Nasib malang menimpa turis-turis Rusia yang berada di Bali. Salah satunya harus berbagi sewa kamar karena tak bisa menarik uang di ATM.

Natalie Kambaratova sudah tiga bulan tinggal di Bali. Namun sejak negara asalnya, Rusia menginvasi Ukraina, Natalie mengalami kesulitan ekonomi di Bali.

Natalie berasal Kota Nizhny Novgorod, salah satu kota terbesar di Negara Rusia. Saat tiba di Bali, semua kebutuhan hidup dirasa sangat murah. Natalie bisa membeli apa yang dia inginkan.

Tetapi, kondisi itu tidak lama ia rasakan. Sejak invasi Rusia ke Ukraina, kurs uang Rubel Rusia rendah sementara dolar Amerika Serikat naik. Imbasnya, semua keperluannya menjadi mahal.

"Awalnya, di sini semuanya lebih murah, tapi sekarang jadi sedikit lebih mahal bagi saya. Karena USD naik tinggi dan kurs kami jadi lebih rendah. Tapi Bali masih lebih baik karena orang-orangnya baik," kata Natalie saat ditemui di Pantai Berawa, Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (18/3).

Di Thailand, mengutip ABC, ribuan turis Rusia terdampar di pantai-pantai di Thailand karena perang di Ukraina. Mereka tidak mampu membayar tagihan dan tidak bisa pulang karena tidak ada penerbangan.

Setidaknya, sekitar 6.500 turis Rusia terjebak di Phuket, Surat Thani, Krabi dan Pattaya, empat provinsi yang merupakan tujuan wisata pantai yang populer. Selain itu, ada 1.000 warga Ukraina yang juga terjebak di negeri gajah putih itu.

Sekitar 17.599 orang Rusia menjadi turis asing terbanyak pada bulan Februari. Dengan angka itu, turis Rusia mengisi 8,6% dari total 203.970 wisatawan asing. Setelah invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina, jumlah turis Rusia turun drastis.

Simak Video 'Dubes Lyudmila: Kami Terima Kasih ke Indonesia Tak Ikut Kampanye Anti-Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA