Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 29 Mar 2022 18:00 WIB

TRAVEL NEWS

Kiprah 2 Pilot Heli MotoGP asal Indonesia

Tim detikcom
detikTravel
Kapten I Wayan Pasek, pilot helikopter
Foto: Kapten I Wayan Pasek
Jakarta -

Anda pasti melihat helikopter wira-wiri di atas sirkuit MotoGP saat balapan. Membawa kru televisi, helikopter itu meliuk-liuk mengikuti kecepatan pebalap MotoGP yang bisa mencapai 300 km per jam, Nah, tak semua pilotnya itu dari orang luar, karena ada juga yang dari Indonesia.

Dalam catatan detikcom, sudah ada dua kapten yang mengawaki helikopter video di ajang balapan motor dunia itu. Berikut dua kisah pilot heli MotoGP dari Indonesia.

1. Kapten Maryono di MotoGP Qatar 2012

Namanya Kapten Maryono, yang selalu melayang-layang di atas sirkuit Losail dengan helikopter Bell 412 kesayangannya.

"Anda dari Indonesia, saya dari Indonesia," ujarnya agak ragu menyapa sambil menyebut lafal Indonesia dengan bahasa Arab. Wawancara ini dilakukan pada awal April 2012.

detikOto bertemu dengan Kapten Maryono saat meliput MotoGP Qatar. Dia bilang, sekali terbang, Kapten Maryono yang didampingi Abdullah (orang Qatar) menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Kemudian turun lagi untuk mengisi bahan bakar dan mengudara lagi 2 jam. Jadi, total ia mengudara selama 4 jam.Kapten Maryono di MotoGP Qatar (Foto: Dadan Kuswaraharja/detikcom)

Langsung lah kami kenalan. Dan baru di situ kami tahu siapa beliau. Pak Maryono dengan ramah langsung mengajak kami melihat-lihat helikopternya.

"Saya sudah 6 tahun di sini, saya nerbangin helikopter untuk kamera TV," ujar pria asal Malang yang masih sering pulang ke Indonesia ini.

Sekali terbang, Pak Maryono yang didampingi Abdullah (orang Qatar) menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Kemudian turun lagi untuk mengisi bahan bakar dan mengudara lagi 2 jam. Jadi, total ia mengudara selama 4 jam.

Pria asal Kota Malang yang berusia 57 tahun ini sebenarnya merupakan seorang pelatih pilot di Gulf Helicopter.

Jadi, jika Anda menyaksikan iring-iringan pebalap dalam warm-up lap atau menyaksikan mereka saling overtaking satu sama lain dari atas trek, maka itu adalah hasil kerja keras Kapten Maryono.

"Meliput MotoGP-nya susah lho karena kita harus konsentrasi," ujarnya.

Kapten I Wayan Pasek, pilot helikopterKapten I Wayan Pasek, pilot helikopter MotoGP Mandalika (Foto: Kapten I Wayan Pasek)

2. Kapten Pasek di MotoGP Mandalika

Inilah kisah dari Kapten I Wayan Pasek. Ia terpilih menjadi pilot heli dalam gelaran MotoGP Mandalika karena jejak langkah yang panjang hingga membuat perusahaannya dipilih penyelenggara.

Kata dia, setiap penerbangan menggunakan helikopter memiliki karakter berbeda di tiap tempatnya. Contoh di MotoGP, ia harus terbang di kecepatan tertentu.

"Setiap ini ada karakteristik sendiri. Filming ada kecepatan khusus, point of view juga, secara tidak langsung kita 20 lap memutari sirkuit tapi agak lebar," kata dia.

Selama gelaran MotoGP Mandalika, ia jadi pilot yang menerbangkan helikopter untuk video. Ia terbang di semua sesi, Moto2-MotoGP.

"Kalau terlalu cepat perubahan kamera nyentuh bodi. Kita cukupkan estimasi terbang selama 1,5 jam, karena MotoGP kan cuma 60-70 menit. Ke Rinjani juga untuk opening," dia menjelaskan.

Kapten Pasek mengemudikan helikopter berjenis AS 350 B3E dari Squirrel. Untuk diketahui, jenis pesawat ini pula yang ia pakai untuk misi penyelamatan dari serangan teroris KKB Papua beberapa waktu lalu.

Cerita hangatnya adalah ketika ia berjasa dalam misi penyelamatan dalam tragedi penembakan teroris KKB terbaru. Peristiwa itu menewaskan delapan orang karyawan PT Palapa Ring Timur Telematika (PTT).



Simak Video "Ada Helikopter Bisa Terbang Sendiri Tanpa Pilot!"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA