Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 31 Mar 2022 21:08 WIB

TRAVEL NEWS

Singapura Jadi Negara ASEAN dengan Pendapatan per Kapita Tertinggi

Putu Intan
detikTravel
Wisata Belanja Orchard Road
Foto: dok. TripSavvy
Jakarta -

Kekuatan ekonomi Asia Tenggara tak boleh diremehkan. Sebut saja Singapura yang memiliki pendapatan per kapita tertinggi di ASEAN dan tergolong negara maju.

Beberapa negara anggota ASEAN diketahui memiliki pendapatan per kapita tertinggi. Menurut data dari World Bank pada 2020, Singapura menjadi negara terkaya di kawasan ini. Pendapatan per kapita mereka mencapai USD 59.797,75.

Bagaimana dengan Indonesia?

Pendapatan per kapita Indonesia menempati posisi ke-5 di ASEAN. Berdasarkan data dari World Bank pada 2020, PDB per kapita Indonesia mencapai USD 3.869,59.

Berikut daftar pendapatan per kapita tertinggi negara-negara ASEAN pada 2020:

1. Singapura (USD 59.797,75)
2. Brunei Darussalam (USD 27.466,34)
3. Malaysia (USD 10.401,79)
4. Thailand (USD 7.189,04)
5. Indonesia (USD 3.869,59)
6. Filipina (USD 3.298,83)
7. Vietnam (USD 2.785,72)
8. Laos (USD 2.630,2)
9. Kamboja (USD 1.512,73)
10. Myanmar (USD 1.400,22)


Pendapatan per kapita ini dinilai berdasarkan paritas daya beli. Paritas daya beli ini digunakan untuk menentukan produktivitas ekonomi dan standar hidup di antara negara-negara di dunia dalam waktu tertentu.

Pendapatan per kapita didefinisikan sebagai pendapatan rata-rata semua penduduk dalam suatu negara. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendapatan per kapita adalah pendapatan nasional dibagi dengan jumlah penduduk.

Singapura dan Brunei Darussalam menduduki posisi teratas dengan pendapatan per kapita tertinggi di negara ASEAN pada tahun 2020. Sedangkan tingkatan pendapatan per kapita terendah adalah Kamboja dan Myanmar.

Melihat data di atas, terlihat pula rata-rata pendapatan penduduk Indonesia masih jauh tertinggal dengan Singapura. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 270 juta jiwa, pendapatan per kapita Indonesia masih termasuk rendah.

Rendahnya pendapatan perkapita bisa dipengaruhi oleh tingkat pendidikan masyarakat yang rendah sehingga pengetahuan yang didapatkan sedikit. Selain itu keterampilan dan keahlian rendah sehingga kurangnya tenaga ahli hingga kemalasan dan ketidakdisiplinan seseorang.



Simak Video "Jokowi Hadiri KTT ASEAN, Minta Parlemen Perkokoh Persatuan"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA