Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 07 Apr 2022 16:06 WIB

TRAVEL NEWS

Reog Ponorogo Jadi Rebutan Malaysia-RI, UNESCO Kerepotan

bonauli
detikTravel
reog ponorogo
Reog Ponorogo (Charoline Pebrianti)
Jakarta -

Malaysia lagi-lagi bikin warga Indonesia panas. Kali ini Malaysia mau mengakui Reog sebagai budayanya, Indonesia pun tak mau kalah.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan kesenian Reog Ponorogo sudah diajukan pemerintah ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia pada tanggal 18 Februari 2022 lalu.

"Mudah-mudahan tidak ada kendala karena dalam persyaratan yang ditetapkan oleh UNESCO sudah sangat dipenuhi (kriterianya) oleh Reog," kata Muhadjir dalam keterangan resminya yang diterbitkan Kemenko PMK, Kamis (7/4).

Kesenian Reog Ponorogo sendiri sudah mengakar di Indonesia dan diakui sebagai warisan budaya tak benda sejak tahun 2013. Selama kurun waktu 4 tahun berjalan, pemerintah sudah melengkapi dan menyempurnakan persyaratan untuk diusulkan ke UNESCO.

Mengenai proses pengajuan yang cukup panjang, lanjut Muhadjir, dikarenakan banyaknya jumlah budaya Indonesia yang diusulkan ke UNESCO. Di sisi lain, pihak UNESCO membatasi hal tersebut.

"Tidak boleh banyak-banyak karena di protes oleh negara lain. UNESCO juga kerepotan sekali menerima pengajuan dari Indonesia yang begitu banyak," kata dia.

Wajar saja, ini bukan kali pertama Indonesia dan Malaysia rebutan soal budaya. Indonesia sendiri punya banyak antrean budaya yang ingin segera diakui, supaya tidak diambil oleh negara lain.

Sementara itu, Muhadjir mengklaim belum mengecek lebih jauh soal klaim Malaysia atas Reog Ponorogo. Baginya, mengklaim suatu budaya sebetulnya tidak salah dan masing-masing negara boleh mengajukan.

Ia menilai suatu budaya tidak harus konfrontatif. Baginya, bisa saja suatu kesenian diklaim oleh beberapa negara bila budaya itu sudah menyebar imbas perpindahan penduduk.

"Misalnya Kolintang, itu kita harus berurusan dengan Filipina karena dua-duanya mengusulkan ke UNESCO dan tidak harus kok budaya tak benda hanya diklaim oleh satu negara," kata dia.

Meski demikian, Muhadjir menegaskan bahwa kesenian Reog memiliki bukti sejarah dan tradisi yang sudah mengakar di Indonesia. Hal itu sebagai bukti konkret bahwa Reog adalah seni yang berasal dari wilayah Ponorogo Jawa Timur.

"Maka memang tidak akan ada ruangan untuk negara tertentu untuk bisa mengklaim bahwa dia juga memiliki kedekatan dengan budaya Reog ini. Itu yang akan kita lakukan," ucap dia.



Simak Video "Melestarikan Budaya, Ratusan Anak Mengikuti Kontes Reog Mini, Ponorogo"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA