Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 10 Apr 2022 10:15 WIB

TRAVEL NEWS

Chernobyl oh Chernobyl, Kontaminasi Radiasi Kembali Jadi Tinggi

bonauli
detikTravel
FILE - An abandoned Ferris wheel stands in the park in the ghost town of Pripyat, Ukraine, close to the Chernobyl nuclear plant, on April 15, 2021. Among the most worrying developments on an already shocking day, as Russia invaded Ukraine on Thursday, was warfare at the Chernobyl nuclear plant, where radioactivity is still leaking from historys worst nuclear disaster 36 years ago.(AP Photo/Efrem Lukatsky, File)
Chernobyl (AP/Efrem Lukatsky)
Chernobyl -

Tentara Rusia menduduki Chernobyl selama sebulan. Entah apa yang dilakukan, kini kontaminasi radiasi malah makin tinggi.

Hal ini ditemukan oleh tentara Ukraina yang melakukan pengecekan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl. Setelah sempat dikuasai Rusia, kini Chernobyl sudah ditinggalkan.

tentara Ukraina yang memasuki ruangan dan mendapati alat pengukur radiasi berbunyi cukup kencang. Di ruangan yang menjadi tempat tinggal pasukan Rusia tersebut, tingkat radiasi tampak lebih tinggi dari biasanya.

Otoritas Ukraina mengatakan tidak ada material yang tampak menghasilkan tingkat radiasi tinggi di ruangan. Menurut mereka, peningkatan radiasi ini diakibatkan partikel kecil dan debu yang bawa tentara Rusia ke dalam bangunan.

"Mereka pergi ke Hutan Merah dan membawa bahan radioaktif kembali dengan sepatu mereka," kata seorang tentara bernama Ihor Ugolkov dikutip dari CNN.

"Tempat lain baik-baik saja, tetapi radiasi meningkat di sini, karena mereka tinggal di sini,"imbuhnya.

Menurut laporan Reuters, asal mula nama Hutan Merah karena pohon pinus di area seluas puluhan kilometer persegi berubah menjadi merah setelah menyerap radiasi saat bencana nuklir terjadi di reaktor Chernobyl pada 1986.

Area itu merupakan zona terlarang karena berada di wilayah yang tingkat radioaktifnya tinggi.

Seorang staf di PLTN Chernobyl menjelaskan tingkat radiasi di dalam ruangan yang digunakan oleh tentara Rusia hanya sedikit di atas apa yang oleh Asosiasi Nuklir Dunia digambarkan sebagai radiasi alami. Kontak satu kali tidak akan membahayakan, tetapi paparan terus menerus akan menimbulkan bahaya kesehatan.

"Mereka pergi ke mana-mana, dan mereka juga membawa debu radioaktif [ketika mereka pergi]," ujar Ugolkov.

Ukraina menyebut ini adalah salah satu contoh dari perilaku ceroboh tentara Rusia saat mereka beraktivitas di PLTN Chernobyl.

Pasalnya, Hutan Merah masih merupakan daerah yang paling terkontaminasi nuklir di planet ini, dengan sebagian besar partikel radioaktif ada di tanah.

Pejabat Ukraina telah merilis rekaman drone penggalian parit oleh tentara Rusia di daerah tersebut yang sangat radioaktif.

Tentara Rusia menduduki Chernobyl selama sebulan dan pada periode tersebut diperkirakan banyak beroperasi di daerah yang terkontaminasi.

"Ini gila, sungguh. Saya benar-benar tidak tahu mengapa mereka melakukannya (pergi ke Hutan Merah)," ujar Menteri Energi Ukraina German Galushchenko.

"Tapi kita bisa melihat mereka masuk ke sana, tentara yang pergi ke sana, kembali ke sini dan tingkat radiasi meningkat," tambahnya.

Meski Chernobyl bukan pembangkit listrik aktif, sarkofagus di atas reaktor yang meledak hampir 36 tahun lalu itu perlu dirawat agar tidak terjadi kebocoran radiasi lebih lanjut. Kemudian ada juga sejumlah besar bahan bakar nuklir bekas yang perlu dijaga.

"Peti itu seharusnya memiliki listrik, itu seharusnya memiliki sistem ventilasi dan sebagainya," jelas Galushchenko.

"Ketika negara tidak dapat mengendalikan ini, dan kami bertanggung jawab, Ukraina bertanggung jawab atas keamanannya, dan tentu saja, itu adalah ancaman," imbuhnya.



Simak Video "Klinik Bersalin di Ukraina Kena Rudal, Bayi Baru Lahir Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA