Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 16 Apr 2022 16:54 WIB

TRAVEL NEWS

Shanghai Belum Juga Membaik, Kini Rumah Warga Jadi Tempat Isolasi

bonauli
detikTravel
Shanghai telah memberlakukan lockdown sejak akhir bulan lalu. Pusat keuangan di Negeri Tirai Bambu itu pun kini sunyi, jauh dari hiruk-pikuk kota sehari-hari.
Shanghai masih lockdown (REUTERS/ALY SONG)
Shanghai -

Shanghai belum juga membaik. Kasus hariannya tengah melonjak. Lockdown tetap berjalan, kini rumah warga jadi tempat karantina.

Dikutip dari Reuters, Shanghai China melaporkan 24.791 kasus harian pada Jumat (15/4). Angka ini melonjak dibandingkan satu hari sebelumnya.

Rekor kasus bergejala tercatat 3.590 kasus dan tanpa gejala sebanyak 19.872.

Hal ini membuat pemerintah setempat membuat kebijakan baru dengan menjadikan bangunan tempat tinggal sebagai fasilitas karantina. Namun, langkah tersebut menuai banyak protes warga.

Sebuah video yang berisi pengambilalihan bangunan secara terpaksa viral di platform WeChat. Di sana terlihat ada sekitar 30 orang yang mengenakan hazmat bertuliskan 'polisi' berkelahi dengan orang lain di perumahan komplek Zhangjian Hi-Tech Park.

Video tersebut ditonton lebih dari 100 ribu warga. Namun, tak lama kemudian muncul pengumuman bahwa itu merupakan konten berbahaya.

Suara seorang perempuan yang dalam siaran langsung itu mengungkapkan keberatan soal alih fungsi bangunan tersebut.

"Bukannya saya tidak mau bekerja sama dengan negara, tapi bagaimana perasaan Anda jika tinggal di gedung yang jaraknya hanya 10 meter [dari fasilitas karantina], semua orang dinyatakan negatif, dan orang-orang ini diizinkan masuk?" kata dia dikutip Reuters.

Reuters belum bisa memverifikasi secara independen video tersebut.

Sehari setelah perselisihan, Grup Zhangjiang selaku pemilik kompleks memberikan konfirmasi.

"Pada 14 April sore, saat perusahaan kami memasang pagar isolasi, beberapa penyewa telah menghalangi lokasi bangunan," demikian menurut pernyataan Grup Zhangjiang.

Mereka juga mengaku pihak berwenang telah mengubah lima bangunan kosong menjadi fasilitas isolasi. Mereka juga berencana mengubah sembilan bangunan kosong lainnya untuk karantina.

Zhangijang juga mengatakan memindahkan 39 penyewa ke ruangan di bagian lain kompleks itu. Mereka juga menawarkan kompensasi kepada penyewa atas keputusan tersebut.

Salah satu penduduk di komplek tersebut mengonfirmasi telah menerima pemberitahuan untuk pindah.

Namun, pemerintah Shanghai tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang kebijakan karantina saat ini.

Menurut peraturan, pihak berwenang China diizinkan mengambil alih bangunan dan properti lain untuk menghadapi situasi darurat.

Belakangan ini, Shanghai menjadi pusat wabah Covid-19 terbesar di China saat banyak negara tengah menuju fase endemi. Per Kamis (15/4), kasus harian di Negeri Tirai Bambu mencapai 24.791 kasus.



Simak Video "Usai 2 Bulan Lockdown, Shanghai Akhirnya Kembali Beraktivitas"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA