Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 20 Apr 2022 10:04 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenparekraf Tegaskan Harga VoA untuk Turis Asing Tidak Naik

kedatangan jetstar perdana dari perth
Foto: Ilustrasi (dok PT. Angkasa Pura I)
Jakarta -

Muncul isu tidak sedap soal kenaikan harga Visa on Arrival (VoA) bagi turis asing. Namun Kemenparekraf menegaskan harga VoA untuk turis asing tidak naik!

Beredar isu viral di group-group Whatsapp para pelaku industri pariwisata soal kenaikan harga Visa On Arrival (VoA) bagi wisatawan asing yang berkunjung Indonesia. Isu tersebut membuat sejumlah pelaku pariwisata Bali ketar-ketir.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Nia Niscaya, menegaskan isu tersebut tidak benar. Harga VoA untuk turis asing sama sekali tidak mengalami kenaikan.

"VoA itu tidak naik. Harganya Rp 500 ribu, 30 hari durasinya, dan hanya untuk 43 negara," tegas Nia dalam acara Weekly Press Briefing yang digelar di Lobby Lantai 2 Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf Jakarta, Senin (18/4) lalu.

Nia pun menjelaskan, bahwa Visa On Arrival (VoA) itu berbeda dengan Single Entry Permit alias visa untuk keperluan selain wisata. Perbedaan pertama adalah soal landasan hukumnya.

"Ada dua peraturan yang harus kita lihat. Yang pertama, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9 tahun 2022 yang mengatur tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Di bidang Imigrasi, di dalamnya ada biaya visa. Visa ini bisa untuk wisata, kunjungan family, seminar, dan lain-lain," jelasNia.

"Nah, itu ada 2. Yang satu Rp 1,5 Juta, yang satunya lagi Rp 2 juta. Apa bedanya dengan VoA? VoA ini Permenkumham. VoA ini biayanya Ro 500.000, durasinya 30 hari, dan boleh diperpanjang satu kali," imbuh Nia.

Kemudian, untuk yang Peraturan Menteri Keuangan, yang Rp 1,5 juta dan Rp 2 juta itu durasinya 60 hari, bisa diperpanjang 4 kali (30 hari). Total wisatawan bisa mengajukan izin tinggal selama 180 hari di Indonesia.

Nia menambahkan, untuk VoA bagi turis asing itu hanya berlaku untuk 43 negara. Jika ada turis asing di luar 43 negara yang sudah ditetapkan, maka dia harus melamar visa masuk versi Peraturan Menteri Keuangan.

"Kalau di luar 43 negara? Pakai e-visa, pengajuan yang biayanya RP 1,5 juta untuk 60 hari," ungkap Nia.

"Sekali lagi kami tegaskan, Voa tidak naik. Payung hukumnya PP No 28 tahun 2019," tutupnya.



Simak Video "Visa on Arrival Berlaku di Bali untuk 23 Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA