Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 22 Apr 2022 21:49 WIB

TRAVEL NEWS

Sengketa Lahan Pariwisata, Warga Labuan Bajo Ditangkap Polisi

bonauli
detikTravel
Alih Fungsi Hutan Bowosie dan Ketidakadilan Ekologis di Labua
Ilustrasi Hutan Bowosie, warga yang menolak penggusuran sempat ditangkap polisi (dok istimewa)
Jakarta -

Labuan Bajo lagi-lagi jadi n di media sosial. Sebuah video penangkapan warga yang tolak penggusuran lahan jadi viral.

Dari akun media lokal, tersebar video penggusuran lahan di Hutan Bowosie, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Hutan ini memiliki luas 20.193 hektare dengan status hutan lindung.

Dalam video tersebut terlihat ada aparat dari Kepolisian Resort Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menangkap seorang warga.

Warga tersebut adalah Paulinus Jek, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com. Dirinya merupakan anggota Komunitas Warga Racang Buka. Dia ditangkap karena berusaha menghadang sebuah ekskavator saat penggusuran di kebun jati miliknya.

Komunitas Warga Racang Buka adalah salah satu dari tiga kelompok warga di Labuan Bajo yang lahannya diduga diambil Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) sebagai ecotourism atau wisata alam berupa hutan alami.

Jalan yang melewati kebunnya itu akan membuka akses ke lahan seluas 400 hektare di Hutan Bowosie yang nantinya akan menjadi lokasi proyek oleh Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores [BPOLBF] untuk dikembangkan menjadi kawasan bisnis pariwisata.

Penangkapan Paulinus berawal dari aksinya yang berteriak agar pohon-pohon jatinya tidak digusur.

"Jangan gusur jati saya. Jangan," katanya sembari menunjuk-nunjuk dan melangkah menuju ekskavator.

Teriakannya itu lalu diikuti warga lainnya. "Ini tanaman milik kami," teriak seorang warga.

"Kami ini manusia, Pak. Ajak komunikasi. Kami bukan binatang," tambah warga lainnya.

Aksi Paulinus dan beberapa warga ini sempat membuat ekskavator berhenti. Namun, Kepala Bagian OPS Polres Mabar, Robert M. Bolle meminta operator alat berat itu untuk melanjutkan pekerjaan.

Pada pukul 13.00 Wita, Paulinus dilepaskan dan kembali bergabung dengan warga. Penolakan warga di lingkar Hutan Bowosie, juga elemen sipil lainnya terhadap proyek yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional itu dilakukan karena mereka menilai lokasi penggusuran merupakan kawasan hutan penyangga kota Labuan Bajo. Selain itu, sebagian wilayah merupakan kebun warga.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Siloam Hospital Labuan Bajo Sediakan Layanan Wisata Kesehatan Internasional"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA