Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 10 Mei 2022 22:13 WIB

TRAVEL NEWS

Angka Kelahiran di Jepang Turun Terus, Elon Musk: Hati-hati Binasa

Putu Intan
detikTravel
CEO, and chief engineer at SpaceX, Elon Musk and his mother, supermodel Maye Musk, arrive for the 2022 Met Gala at the Metropolitan Museum of Art on May 2, 2022, in New York. - The Gala raises money for the Metropolitan Museum of Arts Costume Institute. The Galas 2022 theme is
CEO Tesla Inc Elon Musk. Foto: AFP/ANGELA WEISS
Jakarta -

Jepang menghadapi masalah kependudukan di mana angka kelahiran di negara itu lebih rendah dari angka kematiannya. CEO Tesla Inc Elon Musk sampai ikut menegur.

Melalui cuitan di Twitter, Elon Musk memperingatkan Jepang dapat binasa apabila masalah itu terus dibiarkan. Ungkapan Musk ini bukannya tanpa dasar. Jepang memang mengalami penurunan populasi terbesar pada 2021.

"Dengan risiko yang sudah jelas, kecuali ada perubahan angka kelahiran melebihi angka kematian, Jepang pada akhirnya akan binasa. Ini akan menjadi kerugian besar bagi dunia," kata Musk melalui Twitter, Minggu (8/5/2022).




Musk telah beberapa kali mengungkapkan kekhawatirannya akan populasi global yang dapat runtuh. Ini akan menjadi risiko terbesar bagi peradaban manusia.

Musk diketahui membalas tweet dari artikel yang diterbitkan kantor berita pada April lalu. Di sana disebutkan, populasi Jepang turun 644.000 orang menjadi sekitar 125,5 juta orang. Angka ini bahkan tercatat sebagai rekor sebagai penurunan terbesar sejak 1950, juga menandai penurunan populasi selama 11 tahun berturut-turut.

Pada 2021, di Jepang ada 831.000 bayi yang lahir. Akan tetapi jumlah kematian tercatat 1,44 juta orang.

Saat ini populasi lanjut usia di Jepang lebih banyak daripada anak-anak. Sebanyak 29 persen penduduk Jepang berusia di atas 65 tahun. Sedangkan untuk anak-anak di bawah 14 tahun jumlahnya 11,8 persen.

Pemerintah Jepang telah lama berjuang mengatasi tantangan populasi ini dan jumlah tenaga kerja yang menurun. Pemerintah Jepang berusaha menambal kekurangan tenaga kerja dengan mencoba meningkatkan jumlah pekerja asing menggunakan sistem visa yang longgar.



Simak Video "Elon Musk Pamer Sederet Pencapaian di Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA