Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 12 Mei 2022 13:49 WIB

TRAVEL NEWS

Tentang Suku Dani, yang Baju Adatnya Dibuat Meme Dipakai Anies Baswedan

Tim detikcom
detikTravel
Koteka dipakai Suku Dani
Suku Dani. Foto: (Sastri/detikTravel)
Jakarta -

Ruhut Sitompul dipolisikan gegara memposting meme Anies Baswedan memakai baju adat suku Dani. Meme itu dianggap rasis karena menyinggung suku Dani dan orang Papua secara umum.

Suku Dani sejatinya merupakan suku yang menghuni Lembah Baliem di pegunungan tengah Papua. Nama Dani berasal dari Ndani yang merupakan kata dalam bahasa Moni. Artinya adalah sebelah timur matahari terbit.

Suku Moni tinggal di pegunungan sebelah barat Lembah Baliem. Sehingga kata Ndani ini digunakan untuk menyebut orang atau masyarakat yang tinggal di sebelah timur wilayah mereka.

Ciri khas suku ini adalah penggunaan koteka sebagai pakaian adat mereka.

Koteka atau holim digunakan untuk menutupi alat vital suku Dani. Selain itu untuk pria, mereka menggunakan koteka tanpa baju dan alas kaki. Sedangkan di bagian kepala, mereka menggunakan aksesoris bulu burung.

Khusus untuk koteka, pakaian ini dikenakan untuk menunjukkan makna tertentu. Misalnya koteka yang tegak lurus mengindikasikan pemakainya masih perjaka.

Sedangkan bila miring ke kanan artinya si pemakai memiliki status sosial tinggi. Sementara miring ke kiri melambangkan pria dewasa golongan menengah dan merupakan keturunan panglima perang.

Ukuran koteka juga berbeda-beda. Koteka yang ukurannya besar dan panjang dikenakan kepala suku.

Selain koteka, suku Dani juga dikenal memiliki tradisi unik yaitu potong jari. Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan duka cita ketika ada kerabat mereka yang meninggal. Tak cuma itu, potong jari dilakukan pula untuk mencegah datangnya malapetaka.

Keunikan suku Dani lainnya dapat dilihat dari kebiasaan mandi mereka. Orang-orang suku Dani biasanya mandi di siang hari ketika matahari sudah tinggi.

Menurut keterangan dari peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, kebiasaan mandi Suku Dani yang tinggal di perkampungan dekat Sungai Baliem disebabkan oleh suhu udara di siang hari yang terasa hangat dan tidak sedingin di pagi hari.

Bagi suku Dani, waktu pagi hari merupakan waktu untuk bekerja. Biasanya mereka beraktivitas di kebun menanam keladi dan ubi jalar. Seusai berkebun barulah mereka mandi di sungai.



Simak Video "Gempa M 5,7 Guncang Keerom Papua, Pusat di Darat"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA